Ransiki, TP – Dalam mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Manokwari Selatan (Mansel) terkait peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di 6 distrik, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mansel tahun ini berfokus pada perbaikan dan peningkatan mutu layanan kesehatan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Mansel, dr. Iwan P. Butarbutar saat diwawancarai wartawan di Ransiki, Selasa (13/1) pagi.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan difokuskan pada Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat I yakni Puskesmas, dengan target setiap Puskesmas minimal memiliki 1 dokter umum.
Sasaran penempatan dokter baru adalah, Puskesmas Dataran Isim, Puskesmas Neney,Puskesmas Tahota,Pustu Yamboi dan Pustu Masubui.
“Sedangkan Puskesmas Oransbari, Ransiki dan Momiwaren sudah ada tenaga dokter yang bertugas. Tahun ini kita usulkan penambahan 5 dokter umum untuk lokasi-lokasi yang disebutkan,” ucap Butarbutar.
Selain itu, pihaknya menargetkan agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Isim, Neney dan Ransiki dapat dijadikan Puskesmas Rawat Inap, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di distrik terjauh.
Dalam usulan anggaran tahun ini, Dinkes Mansel telah mengajukan program prioritas, antara lain pembangunan dan rehabilitasi rumah paramedis di Puskesmas Dataran Isim, Neney, Tahota, serta Pustu Yamboi dan Masabui.
“Prioritas awal tahun ini adalah menjadikan Puskesmas Ransiki untuk pelayanan rawat inap. Kita akan menugaskan 4 dokter umum dan 1 dokter spesialis gigi untuk mendukungnya, saat ini sedang dalam tahap persiapan,” ujarnya.
Butarbutar mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan mengusulkan penambahan sarana kesehatan, antara lain:1 unit mobil ambulance untuk Puskesmas Ransiki, 1 unit mobil ambulance untuk Puskesmas Tahota, 3 mobil jenazah untuk Distrik Dataran Isim, Tahota dan Momiwaren
Dirinya menargetkan launching pelayanan rawat inap di Puskesmas Ransiki dapat dilakukan pada Bulan Maret 2026. Sebelumnya, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Unit Transfusi Daerah (UTD) akan diluncurkan dan diresmikan terlebih dahulu.
“Sudah ada tenaga dokter yang disiapkan untuk bertugas di sana. Untuk tenaga pendukung analis dan lainnya, nanti kita bicarakan dengan Pimpinan Daerah,” ujarnya.
Ditanya mengenai pembangunan fisik dan pengadaan sarana-prasarana, dia mengaku bahwa pembangunan fisik sudah selesai 100 persen dan sarana-prasarana telah siap digunakan, tinggal menunggu peluncuran dan pengoperasian.(BOM-R2)




















