Amry Siahaan: Silahkan Lapor, Kami Siap Layanani Masyarakat Secara Profesional
Sorong, TP – Aksi pemalangan jalan utama di Kota Sorong, Papua Barat Daya, nampaknya telah membudaya di masyarakat ketika meminta perhatian aparat terkait dalam menangani permasalahan.
Pemalangan jalan yang sering terjadi berakibat pada gangguan Kamtibmas, terutama berdampak pada sektor perekonomian. Hal itu memicu kekhawatiran pelaku ekonomi yang khawatir dampaknya akan melebar dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Terkait hal tersebut, Kepala Kepolisian Resor Kota ( Kapolrstas Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan, S.I.K., M.H., mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi pemalangan atau tindakan lain yang dapat menghambat proses penyidikan ketika menghadapi masalah.
“Jika ada aspirasi atau hal yang ingin disampaikan, silakan datang langsung ke kepolisian. Kami terbuka dan siap mengawal aspirasi masyarakat secara profesional,” ujar Kapolresta Sorong kepada awak media, Kamis (5/2).
Sesuai pantuan Tabura Pos, aksi pemalangan yang dilakukan masyarakat Kota Sorong seiring dengan kasus penikaman terhadap Fita Rusniat Manibuy dan Rommy Regoy yang akhirnya meninggal dunia.
Korban menjadi sasaran tindakan mantan kekasihnya, Yusak Fernando Tiris, yang telah ditangkap dan diamankan aparat Polresta Sorong Kota dini hari tadi (5/2) setelah peristiwa naas tersebut.
Dalam peristiwa ini, aksi pemalangan terjadi di beberapa titik yakni , Jalan Cendrawasih, Malanu, Kota Sorong, beberapa jam setelah peristiwa. Kemudian di Jalan R.A Kartini, sekitar Pasar Modern Rufei Kota Sorong, pasca meninggalnya korban kedua Rommy Regoy, dan perempatan Lampu Merah Jalan Utama Remu, Kota Sorong, dilakukan oleh orang tak dikenal. [CR30-R2]




















