Sorong, TP – Akibat ketidakpercayaan terhadap Panitia Pelaksana Musyawarah Wilayah I dalam pemilihan Ketua Himpunan Pemuda Mahasiswa Seram Bagian Timur (HIPMA SBT) Papua Barat Daya, Kepala Suku SBT Provinsi Papua Barat Daya diminta mengambil alih forum tersebut, membekukan panitia, serta langsung menunjuk ketua baru karena dinilai ketidakprofesionalan panitia.
Hal ini disampaikan Tokoh Pemuda Seram Bagian Timur, Mahmud Rumatiga, yang menyatakan kekecewaan mendalam terkait jalannya pemilihan yang sudah dua kali gagal dan selalu diwarnai konflik.
“Saya sangat menyayangkan proses ini. Dua kali pelaksanaan pemilihan tidak menghasilkan keputusan dan selalu berujung ricuh. Ini berpotensi memicu konflik antar sesama anak negeri di Sorong Raya,” tegas Mahmud.
Ia mendesak Ketua Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (K2SBT) selaku pemegang otoritas tertinggi untuk segera mengambil alih persoalan tersebut.
“Saya meminta Ketua Kerukunan agar segera membekukan panitia sementara dan menarik SK panitia. Bahkan bila perlu, panitia dibubarkan agar konflik tidak terus berulang,” ujarnya.
Menurut Mahmud, polemik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan dampak luas, khususnya terhadap generasi muda dan mahasiswa asal Seram Bagian Timur di Sorong.
“Jangan sampai adik-adik kita dijadikan objek konflik dan perkelahian. Jika sampai terjadi untuk ketiga kalinya, dampaknya akan jauh lebih besar,” katanya.
Lebih lanjut, Mahmud juga mendesak agar calon Ketua HIPMA SBT nomor urut 2 didiskualifikasi. Menurutnya, dugaan pelanggaran tersebut bertentangan dengan kesepakatan rapat forum internal yang digelar di Masjid Raya pada 25 Januari lalu.
“Dalam rapat itu telah disepakati bersama bahwa apabila terjadi pelanggaran oleh salah satu kandidat, maka yang bersangkutan harus didiskualifikasi. Aturan harus ditegakkan demi menjaga marwah dan kredibilitas organisasi,” tegas Mahmud. [CR30-R2]




















