Manokwari, TP – Keluhan terkait realisasi bonus bagi Atlet Disabilitas (paralympic) Papua Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua dan PON Aceh-Sumut yang ditulis di salah satu lama media sosial hingga menyeret nama Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, ditanggapi serius oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Papua Barat, Djoni Saiba, S.H.M.Ap.
Setelah melihat dan menyimak postingan tersebut, Djoni Saiba mengatakan sangat menyesalkan tindakan para pihak yang membuat postingan itu karena mencantumkan nama Gubernur Papua Barat dan menyematkan kata-kata yang kurang pantas.
Untuk itu, Ia meminta pelatih maupun atlet Disabilitas Papua Barat yang ikut Perpanas agar segera menemui dirinya, karena pelaksanaan PON itu dihelat sebelum dirinya menjabat Kadispora Papua Barat.
“Sepengetahuan saya bonus atlet dan pelatih padan PON disabilitas di Papua sudah dibayar. Saya sudah berusaha berkoordinasi dengan bidang terkait pada Dispora karena saya selaku pejabat yang baru belum memiliki data secara kesluruhan. Memang pernah ada pelatih yang datang koordinasi temui saya, setelah dicek dan benar ada yang belum diakomodir,” terang Djoni Saiba kepada wartawan, Selasa (10/2).
Sebelum pihaknya mengambil langkah hukum, Djoni Saiba berharap pihak yang membuat postingan itu segera menemui pihaknya dan menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Papua Barat. ” Publik jangan terlalu menanggapi postingan itu, nanti kita cek kebenarannya,” imbau Djoni Saiba.
Ia menambahkan, terkait bonus bagi atlet cabang olahraga pada PON Papua yang sempat juga viral lewat Tiktok telah dijawab Pemprov Papua Barat dan sedang tahap verifikasi oleh Inspektorat Papua Barat.
” Kami mohon para atlet bersabar. Gubernur sudah minta Inspektorat melakukan verifikasi data penerima. Dana yang dialokasikan sekitar Rp13 miliar untuk atlet PON Papua yang belum dibayarkan. Pelatih dan offcial akan diusulkan lagi sesuai kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. [K&K-R2]




















