Sorong, TP – Sebanyak 220 calon jamaah haji (CKH) asal Kota Sorong mengikuti bimbingan manasik haji. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpusat di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Sorong, Selasa (10/2/2026).
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Sorong, Rajap Kasira, mengatakan, pembinaan manasik diarahkan untuk membentuk karakter para CJH agar dapat meraih predikat haji mabrur, yang tidak hanya tercermin dari pelaksanaan ibadah, tetapi juga dari perubahan akhlak dan sikap setelah kembali ke tengah masyarakat.
Olehnya itu, bimbingan manasik haji ini menjadi tahapan penting yang harus diikuti CJH. Sebab pada tahapan inilah seluruh pengetahuan dan pemahaman menyeluruh terkait pelaksanaan ibadah haji akan dipaparkan kepada CJH.
“Manasik ini diharapkan mampu membekali para CJH untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji secara mandiri dan tertib sesuai tuntunan, sejak dari tanah air, hingga tiba di Tanah Suci, bahkan saat tiba kembali ke Indonesia,” tutur Rajap.
Adapun materi manasik yang akan diberikan kepada CJH diantaranya meliputi, kebijakan Pemerintah Indonesia terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, kebijakan Pemerintah Arab Saudi, pelayanan kesehatan jamaah haji, alur perjalanan ibadah, serta kebijakan khusus bagi jemaah lanjut usia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, menambahkan bahwa pelaksanaan ibadah haji bukanlah ibadah yang ringan. Di mana dibutuhkan kesiapan fisik dan mental yang baik, mengingat rangkaian kegiatan haji melibatkan aktivitas fisik yang cukup berat serta kondisi cuaca yang sangat panas di Arab Saudi, jika dibandingkan dengan cuaca dari daerah asal, Indonesia.
“Ibadah Haji itu 70 persennya adalah ibadah fisik. Di mana dalam satu kali umroh saja bisa 8 kilometer berjalan kaki. Dengan demikian, CJH harus serius menjaga kesehatan sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat, mengatur pola makan, istirahat cukup, serta disiplin membiasakan diri berolahraga,” pesan Wakil Walikota Sorong.
Para jemaah juga diimbau untuk aktif berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki riwayat penyakit tertentu, serta mengikuti seluruh rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh sebagai bekal utama dalam pelaksanaan ibadah haji.
Sebagai informasi, saat ini pendaftar Haji di Kota Sorong telah mencapai angka 4.266 orang. Sementara kuota keberangkatan haji setiap tahunnya konsisten di angka 220 jamaah. Artinya lama masa tunggu keberangkatan Haji di Kota Sorong bisa mencapai 20 hingga 26 tahun lebih, dan menjadi yang terpanjang di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. (CR24-R3)




















