Sorong, TP – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari’ah (KSPPS) Baitul Ma’al wa Tamwil (BMT) Al-Hijrah menggelar rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-29 untuk tahun buku 2025. RAT kali ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Bataliyon Raider Khusus 762/VYS.
Ketua Pengurus BMT Al-Hijrah Kota Sorong, Siswanto mengatakan, RAT ke-29 ini diikuti oleh sebanyak 669 orang anggota KSPPS BMT Al-Hijrah yang ada di Papua Barat Daya. Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab pengurus serta bukti transparansi pengelolaan keuangan maupun aset kepada anggota BMT Al-Hijrah.
Dikatakan Siswanto, pada tahun buku 2025 kondisi keuangan BMT Al-Hijrah memang agak lesu. Hal ini memengaruhi tidak tercapainya target yang ditetapkan pada RAT tahun buku sebelumnya.
“Dari sisi keuangan memang agak berat, ada beberapa opsi keuangan yang pencapaiannya tidak memenuhi target. Namun ada juga beberapa pos yang Alhamdulillah bosa memenuhi target lebih dari 100 persen,” tutur Siswanto.
Meski target anggarannya tidak tercapai, namun pada kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja tersebut, BMT Al-Hijrah tetap mampu membukukan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp 552.867.416.
“Alhamdulillah kami tetap surplus meski tidak sebesar target yang ditetapkan pada RAT tahun lalu. Kami berhasil membukukan SHU lebih dari Rp552 juta,” ungkapnya.
Untuk lebih memacu semangat para pengurus BMT Al-Hijrah, telah ditetapkan rencana anggaran tahun buku 2026 dengan target yang lebih tinggi lagi. Untuk mendukung tercapainya target tersebut, jajaran pengurus telah menyusun berbagai strategi, diantaranya melakukan identifikasi masalah dan upaya mitigasinya serta melakukan optimalisasi promosi yang lebih gencar lagi.
Sementara itu, Ketua Pengawas Umum BMT Al-Hijrah, Hartono menambahkan, tidak tercapainya target anggaran BMT Al-Hijrah tahun buku 2025 dimungkinkan karena kondisi fiskal secara umum. Sehingga berdampak pada lembaga keuangan seperti BMT Al-Hijrah.
Ia mengungkapkan, dengan evaluasi ketat yang dilakukan dari sisi marketing dan pembinaan anggota, ke depan BMT Al-Hijrah diharapkan mampu mencapai target yang lebih tinggi. Tahun 2026 ini juga diharapkan akan menjadi titik kebangkitan ekonomi BMT Al-Hijrah.
“Kita berharap 2026 ini jadi titik balik kebangkitan neraca keuangan BMT Al-Hijrah lagi. Kami optimis untuk bisa mencapai target, diawali dengan bulan pertama tahun 2026, di mana likuiditas BMT Al-Hijrah cukup besar dan belum tersalurkan. Di bulan-bulan mendatang diharapkan angkanya terus meningkat dan neraca keuangannya semakin membaik,” harap Hartono.
Senator asal Papua Barat Daya tersebut menambahkan, pada kesempatan tersebut pengurus BMT Al-Hijrah juga akan membagikan SHU kepada 669 anggota yang hadir. Di mana SHU tersebut dibagikan berdasarkan partisipasi modal dan partisipasi usaha para anggota.
“Mekanismenya, untuk anggota yangenghadiri RAT, SHU-nya akan diberikan untuk mengganti uang transport. Selebihnya nanti akan didistribusikan le rekening tabungan masing-masing anggota,” imbuhnya. (CR24-R3)




















