Sorong, TP – Ketua Karang Taruna Kelurahan Klagete, Demianus Howay, mendorong agar pengelolaan kebersihan di 41 kelurahan Kota Sorong dilakukan secara langsung oleh masyarakat setempat. Usulan ini muncul terkait alokasi anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk program kebersihan yang saat ini dikelola oleh pihak ketiga atau kontraktor.
Menurut Demianus, dengan cakupan wilayah yang meliputi 41 kelurahan, anggaran tersebut memiliki potensi untuk dikelola melalui pola pemberdayaan masyarakat agar manfaatnya lebih luas dirasakan.
Ia menilai bahwa pelibatan warga tidak hanya akan menjadikan lingkungan lebih bersih, tetapi juga dapat membantu menekan angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Kota Sorong.
“Kalau pengelolaannya diserahkan kepada warga di masing-masing kelurahan, tentu ini bisa membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi pemuda. Dana yang ada juga akan berputar di masyarakat sendiri,” ujarnya, kemarin.
Ia menjelaskan bahwa skema padat karya berbasis komunitas dapat menjadi solusi strategis yang mendukung program kebersihan sekaligus memberdayakan ekonomi lokal. Selain menciptakan peluang kerja, model tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan serta memperkuat pengawasan yang lebih transparan dan partisipatif.
Karang Taruna Klagete berharap Pemerintah Kota Sorong dapat melakukan evaluasi terhadap mekanisme pengelolaan kebersihan yang berjalan saat ini.
Selain itu, pihaknya juga mengajak untuk mempertimbangkan sistem yang lebih berpihak pada pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan, guna menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus mengurangi angka pengangguran. [CR30-R2]




















