Manokwari, TP – Bupati Manokwari Hermus Indou bersama Wakil Bupati Manokwari Mugiyono, buka puasa bersama tokoh agama Islam, pimpinan partai politik, serta ketua paguyuban se-Kabupaten Manokwari, di Resto Mansinam Hotel, Sabtu (28/2/2026).
Bersamaan dengan itu, juga dilakukan pemberian santunan kepada 40 anak yatim yang berasal dari 4 yayasan yang ada di Manokwari, serta Yayasan Al-Ma’un, serta anak-anak dari Borobudur, Jalan Baru, Sanggeng, Transito, Wosi, dan Kampung Makasar.
“Si bulan suci Ramadan ini kami ingin hadir dan bertatap muka langsung untuk mempererat kebersamaan dengan bapak ibu sekalian,” ujarnya Hermus.
Ia menyadari, kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati, Mugiyono merupakan hasil dari proses demokrasi dan dukungan masyarakat luas.
“Saya dan Pak Haji Mugiyono berharap dukungan masyarakat dapat terus berlanjut dalam empat tahun ke depan,” ujarnya.
Ia mengajak semua warga menjaga keberagaman di Manokwari sebagai daerah yang majemuk karena semangat persaudaraan harus terus dirawat demi masa depan daerah dan bangsa.
Hermus menekankan, Manokwari untuk Papua dan Papua untuk Indonesia. Sehingga, semua harus hidup dalam kekeluargaan dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
juga mengapresiasi kontribusi umat Islam dalam pembangunan dan menjaga harmoni daerah, seraya menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa.
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono menyampaik kebersamaan yang terbangun menjadi fondasi penting dalam melanjutkan kepemimpinan dan pembangunan daerah.
Ia berharap, buka puasa bersama menjadi ruang memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, partai politik, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Manokwari yang harmonis dan sejahtera.
Sementara itu, Ust Abdul Kholiq Buqori dalam kultum pengantar buka puasa, menyampaikan pertemuan tersebut sebagai wujud mempererat hubungan antara Allah dan antar sesama. Dirinya berharap, melalui pertemuan yang dikemas dalam momentum buka puasa bersama membawa berkah bagi semuanya.
“Melalui pertemuan ini mari kita sepakat jadikan satu resolusi keputusan mengembangkan moderasi keberagaman dan harmonis sosial di Manokwari, sehingga Manokwari menjadi wilayah yang religi, berbudaya dan berdaya saing mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. [SDR-R4]




















