Manokwari, TP – Seorang pelajar salah satu SMA negeri di Kabupaten Manokwari berinisial FR (18 tahun), tewas setelah dipukul dengan kayu balok oleh orang tidak dikenal (OTK) di Pantai Petrus Kafiar, Amban Pantai, Manokwari, Rabu (4/3/2026) malam.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Agung G. Samosir menjelaskan, kejadian yang sempat viral di media sosial (medsos) dengan narasi penemuan mayat, Rabu malam.
Dikatakannya, peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIT-19.00 WIT. Kala itu, korban FR bersama teman perempuannya berinisial SAP (15 tahun), sedang duduk-duduk sambil menunggu waktu berbuka puasa sembari menikmati view laut.
“Dari keterangan awal korban yang selamat, mereka sudah dari sekitar pukul lima sore di pantai, duduk sambil menunggu berbuka puasa,” jelas Samosir kepada para wartawa usai melakukan penyisiran di lokasi kejadian, Kamis (5/3/2026).
Lanjut Samosir, kedua korban setelah berbuka puasa bersama, sebenarnya sudah bergegas mau pulang sekitar pukul 18.30 WIT, karena ingin melaksanakan Sholat Tarawih, tetapi tiba-tiba seorang pria yang tidak dikenal menghampiri kedua korban.
“Pelaku datang, pertama dia langsung tendang kursi, lalu korban laki-laki berdiri dan bertanya, dia salah apa, tapi tanpa banyak bicara, pelaku langsung memukul korban laki-laki (FR) dengan balok kayu di area leher sebelah kanan,” jelas Kasat Reskrim.
Selain itu, pelaku juga memukul korban perempuan berinisial SAP, karena sempat melakukan perlawanan dengan berteriak meminta pertolongan, dimana korban berinisial SAP ditendang di bagian perut-dada serta dipukul di bagian mata.
“Pemukulan terjadi sekitar setengah tujuh sampai sekitar jam tujuh malam, sudah lumayan gelap. Setelah korban laki-laki terjatuh dan korban perempuan pun terjatuh, pelaku mengambil handphone dan dompet korban, lalu pergi,” terang Samosir.
Ia menjelaskan, korban perempuan yang sempat tidak bisa bergerak karena menahan sakit, perlahan-perlahan bangun dan mencari pertolongan dari warga di sekitar Lokasi kejadian, sedangkan korban FR sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Setelah korban dapat bantuan dari warga, lalu melapor ke Polsek Amban sekitar jam sembilan, lalu disampaikan ke kami. Kita sampai TKP sekitar setengah sepuluh lah,” ungkap Kasat Reskrim.
Ditambahkannya, setelah dilakukan visum terhadap korban berinisial FR, hasil awal disebutkan leher korban diduga patah dan terdapat beberapa gigi lepas akibat terkena hantaman kayu balok.
“Saat ini korban sudah bersama pihak keluarga, karena keluarga korban tidak mau diautopsi, sedangkan korban Perempuan berada di rumah sakit dengan pengawalan ketat,” terang Kasat Reskrim.
Samosir mengutarakan, saat ini penyidik belum bisa meminta banyak keterangan dari korban berinisial SAP, karena kondisinya masih trauma berat.
Dirinya menyebutkan, tim Satreskrim Polresta Manokwari sudah melakukan olah TKP dan penyisiran kembali di tempat kejadian perkara untuk menemukan bukti tambahan.
“Olah TKP sudah kami lakukan tadi malam dan hari ini kita melakukan penyisiran kembali, mana tahu ada barang bukti baru. Untuk sementara barang bukti yang diamankan yakni balok yang diduga dipakai pelaku dan motor korban, karena motor korban tidak dibawa pelaku,” ujar Kasat Reskrim.
Ia mengaku, terkait peristiwa mengenaskan ini, penyidik sudah mengantongi sejumlah nama. “Dari keterangan korban perempuan, katanya pelaku hanya satu orang,” pungkas Kasat Reskrim.
Pantauan Tabura Pos di sekitar TKP, pihak polisi sudah memasang police line. [SDR-R1]




















