Manokwari, TP – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari telah menyiagakan 69 personel untuk mengantisipasi potensi kejadian selama periode angkutan Lebaran di wilayah Papua Barat.
Kepala Kantor SAR (Kakansar) Manokwari, Yefri Sabaruddin, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk pelayanan negara untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan.
“Personel tidak hanya siaga di kantor, tetapi juga ditempatkan di posko-posko mitra kerja seperti Polda Papua Barat, Polresta Manokwari, dan UPBU Kelas II Rendani. Posko induk berada di Kantor SAR Manokwari, sementara sebagian ditempatkan di posko gabungan termasuk di Bandar Udara Rendani,” ujarnya kepada wartawan setelah mengikuti apel kesiapan di selasar terminal Bandara Rendani, Jumat (13/3/2026).
Penyebaran personel di posko gabungan dimaksudkan agar koordinasi antarinstansi berjalan lebih cepat dan efektif dalam penanganan situasi darurat. “Total 69 personel, termasuk yang ditempatkan di Pos SAR Teluk Bintuni dan Pos SAR Wondama untuk memperkuat pengawasan,” tambahnya.
Selain personel, Basarnas juga menyiagakan berbagai peralatan dan armada SAR (Aluts) lengkap. Di antaranya Kapal SAR Kambakarna yang bersiaga di Pelabuhan Manokwari, serta perahu karet (Rigid Inflatable Boat/RIB) yang ditempatkan di Pelabuhan Cokran Manokwari dan siap siaga 24 jam.
“Kendaraan operasional SAR dengan peralatan ekstrikasi juga kami siapkan untuk menangani kecelakaan yang membutuhkan peralatan khusus, seperti evakuasi korban dari kendaraan yang mengalami kecelakaan,” pungkas Yefri.
Pihaknya berharap, dengan kesiapan personel dan peralatan tersebut, masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman selama periode angkutan Lebaran. [ SDR-R2]




















