Manokwari, TP – Harga daging sapi di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H mengalami kenaikan harga cukup signifikan.
Sebab, pada hari biasa, harga daging sapi yang dijual di Pasar Wosi berkisar antara Rp140.000 – Rp150.000 per kg, tetapi saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp150.000 – Rp160.000 per kg.
Pedagang daging sapi di Pasar Wosi, H. Sugiyanto mengakui, menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada 20 Maret 2026, harga daging sapi memang mengalami lonjakan harga dibandingkan hari biasanya.
“Hari biasa kisaran harga Rp140.000 sampai Rp150.000 per kg, tetapi menjelang hari raya Idul Fitri, harga daging sapi dijual Rp160.000 per kg, ada kenaikan Rp10.000 per kg,” jelas Sugiyanto yang ditemui Tabura Pos di Pasar Wosi, Kamis, 12 Maret 2026 pagi.
Dirinya menjelaskan, kenaikan harga daging sapi di pasaran, khususnya di stand daging di Pasar Wosi, karena sapi yang dijual warga dari daerah SP juga sudah dinaikkan.
“Harga sapi per ekor yang dijual pemilik sapi dengan harga yang sangat mahal, tergantung dari ukuran besar kecilnya sapi. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri besok, harga sapi sudah pasti mengalami kenaikan bisa dua kali lipat dari harga biasa,” ungkapnya.
Untuk itu, ia menambahkan, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang ikut mempengaruhi kenaikan harga daging sapi di pasaran, khususnya di stand penjual dan pemotongan.
“Di daerah SP, sekarang juga sudah banyak pedagang dari Sorong, mereka membeli sapi dengan harga yang jauh lebih tinggi dari kita pedagang yang ada di Manokwari dan dijualnya dengan harga yang sangat bervariasi,” tambah Sugiyanto.
Diakui Sugiyanto, selain di daerah SP, menjelang Lebaran, banyak warga terutama yang beragama Islam pada umumnya, setiap jalur di sana (SP, red), mereka patungan untuk membeli sapi dan dipotong untuk dijual lagi dengan harga lebih murah. “Mereka jual di saat jelang Lebaran, biasanya dijual di emperan toko,” katanya.
Dirinya mengungkapkan, meski ada kenaikan harga daging sapi, khususnya di Pasar Wosi menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, tetapi minat untuk membeli daging sapi masih cukup ramai.
“Kalau hari biasa, minat pembeli daging sapi agak sepi, tidak seperti hari raya pada umumnya,” pungkas Sugiyanto. [CR18-R1]




















