Filep Wamafma: Putra-Putri Asli Papua Diharapkan Diprioritaskan
Manokwari, TP – Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Filep Wamafma, berkomitmen memperjuangkan akses beasiswa bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (Unimutu). Komitmen tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk menyerap aspirasi di sektor pendidikan tinggi di kampus tersebut, Senin (9/3).
Kedatangan Wamafma disambut dengan prosesi adat Biak berupa injak piring dan penyematan mahkota sebagai bentuk penghormatan. Rektor Unimutu Tri Wahyuni beserta Wakil Rektor Budi Rauf dan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Syamsul Inay turut menyambut kedatangannya.
Wamafma menyatakan bahwa meskipun alokasi beasiswa untuk Unimutu saat ini masih terbatas, ia akan terus berupaya agar kampus tersebut mendapatkan bagian dari program bantuan pendidikan. “Pendidikan adalah sektor yang sangat saya perhatikan, karena dari pendidikan inilah masa depan daerah bisa dibangun,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak kampus menyiapkan data mahasiswa yang berpotensi menerima Program Kartu Indonesia Pintar (KIP)-Kuliah untuk diajukan dalam koordinasi dengan pemerintah pusat. “Harapan saya, putra-putri asli Papua atau mereka yang lahir dan besar di Teluk Bintuni bisa diprioritaskan,” jelasnya, menambahkan bahwa penerima beasiswa harus melalui seleksi ketat agar tepat sasaran.
Selain beasiswa, Wamafma juga merencanakan membantu pengadaan perlengkapan ibadah bagi kampus, termasuk peralatan salat mahasiswa. “Memang kewenangan DPD terbatas, tetapi kita tetap bisa berkoordinasi dengan kementerian terkait agar kuota beasiswa untuk daerah, termasuk Unimutu, bisa diperjuangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Tri Wahyuni mengapresiasi kunjungan dan perhatian Wamafma terhadap pengembangan pendidikan di Teluk Bintuni. Menurutnya, kehadiran senator tersebut memberikan semangat bagi kampus yang tergolong baru untuk terus berkembang.
Unimutu saat ini menampung sekitar 500 mahasiswa dari berbagai wilayah. “Yang paling penting bukan sekadar kuantitas mahasiswa, tetapi bagaimana memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga,” jelas Tri Wahyuni.
Ia berharap terjalin kerja sama yang lebih luas antara kampus, pemerintah, dan pemangku kepentingan guna mendukung pengembangan pendidikan tinggi di daerah tersebut. “Dengan begitu, Unimutu dapat menjadi bagian dari upaya memajukan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Teluk Bintuni,” harapnya. [FSM-R2]




















