Sorong, TP – Kabar gugurnya kedua prajurit TNI AL, Prada (Mar) Andi Subio dan Prada (Mar) Elki Saputra dalam Insiden kontak senjata antara aparat TNI dan kelompok bersenjata terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (22/3/2026) turut menyita simpati khalayak, Tak terkecuali Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.
Ungkapan duka cita itu disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, saat mengunjungi Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. R. Oetojo Sorong, Minggu (22/3/2026) malam.
“Kita semua turut berbelasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa dari satuan TNI Angkatan Laut yang saat ini bertugas sebagai satgas di Maybrat,” ujar Elisa Kambu kepada wartawan di RSAL Dr. R. Oetojo Sorong, Minggu malam.
Dikatakan Gubernur Elisa, kedatangannya bersama Bupati Maybrat Karel Murafer merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi aparat yang bertugas di wilayah rawan konflik. Adapun menurut Gubernur, bahwa segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban jiwa tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun.
“Kita semua turut prohatin atas kejadian ini. Kita harus sepakat bahwa todak boleh ada tindakan seperti ini atas nama apa pun, apalagi sampai mengorbankan nyawa seseorang. Kita berharap ke depan, rekan-rekan yang bertugas bisa lebih berhati-hati. Jangan sampai memberi celah sehingga kejadian seperti ini terulang,” ungkap Gubernur.
Sementara itu, Pemerintah Daerah masih terus melakukan konsolidasi untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya, termasuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kendati begitu, pihaknya masih menunggu kepastian terkait latar belakang insiden tersebut, apakah murni tindakan kriminal atau melibatkan kelompok tertentu.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Korem (Danrem) 181/ PVT (Praja Vira Tama), Brigjen TNI Slamet Riyadi menambahkan, atas insiden tersebut TNI AD juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemetaan daerah rawan.
Adapun untuk penguatan kemanan pasca konflik, kedepan juga akan dilaksanakan pengawasan yang lebih ketat, termasuk penambahan maupun pergeseran pasukan. Dijelaskan Danrem, di dalam pelaksanaan operasi juga terdapat Satgas dibawah Korem 181/PVT dan juga Satgas Habema. Sehingga dengan adanya sektor-sektor yang sudah dibagi tersebut, dapat dioptimalkan untuk saling mendukung manakala terjadi gangguan atau hambatan dilapangan.
“Kita melakukan koordinasi ketat. Nah prajurit Marinir masuk dalam satgas Habema, kita koordinasi terus dengan Kasatgas Habema. Berikutnya, terkait penambahan pasukan TNI AD sementara sedang dalam perencanaan. Kami juga akan memperkuat intelijen, sehingga informasi dari masyarakat termasuk aparat intelijen dapat kita kembangkan,” imbuh Danrem.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pengejaran terhadap kelompok pelaku teror masih dilakukan. Upaya tersebut terus digencarkan dengan melibatkan jajaran Polri. [CR24-R2]




















