• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 8, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home News

5 Bulan Bertahan di Hutan, 21 Warga Moskona Jauh Akhirnya Tiba di Bintuni

AdminTabura by AdminTabura
29/03/2026
in News, Uncategorized
0
5 Bulan Bertahan di Hutan, 21 Warga Moskona Jauh Akhirnya Tiba di Bintuni

Sebanyak 21 warga dari Distrik Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni saat tiba di Pelabuhan Bintuni pada Minggu (29/3/2026) menggunakan kapal KM Fajar Indah II dalam kondisi selamat dan sehat. Foto: TP/Is

0
SHARES
140
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Teluk BIntuni, TP – Sebanyak 21 warga Distrik Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, tiba di Kota Bintuni setelah terpaksa mengungsi akibat gangguan keamanan di wilayah mereka. Pengungsian dipicu oleh insiden penembakan prajurit TNI AD pada 11 Oktober 2025 di Kampung Moyeba, yang diduga melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB.

Para pengungsi terdiri dari beberapa kepala keluarga, antara lain keluarga Matias Syama, Maikel Syama, Yance Syama, dan Felix Fatemyo, termasuk perempuan dan anak-anak. Mereka menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat ke Maybrat dan Sorong sebelum melanjutkan perjalanan laut, bahkan harus bertahan hidup selama lima bulan di hutan sebelum berhasil keluar dengan bantuan warga setempat dan pemerintah.

Para pengungsi tiba di Pelabuhan Bintuni pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIT menggunakan kapal KM Fajar Indah II dalam kondisi selamat dan sehat. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distrik Moskona Utara Jauh, Markus Frasa, S.IP, bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Teluk Bintuni, Keliopas Klasjok, turut menjemput mereka dari Sorong.

Markus Frasa mengungkapkan, konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat TNI-Polri memaksa warga meninggalkan kampung halaman. “Akibat kejadian itu, masyarakat terpaksa mengungsi. Ada yang lari ke kota, dan ada juga yang masuk ke hutan untuk menyelamatkan diri,” ujarnya di atas kapal KM Fajar Indah II.

Ia menjelaskan, sebagian warga tidak mampu bertahan lagi di hutan sehingga memutuskan berjalan kaki hingga Kabupaten Maybrat. Setelah tiba di sana, mereka mendapat bantuan dari pemerintah setempat, aparat keamanan, dan keluarga sebelum diarahkan ke Sorong dan kemudian dijemput ke Bintuni sesuai perintah Bupati Yohanis Manibuy.

Keliopas Klasjok menyampaikan penjemputan dilakukan langsung dari Sorong pukul 03.00 WIT. “Para pengungsi sementara ditempatkan di kampung lama dan akan terus kami pantau,” katanya. Seluruh kebutuhan transportasi dan penanganan didukung penuh oleh pemerintah daerah.

Salah satu pengungsi, Maikel Syama (25), menceritakan pengalaman pahitnya. “Kami tinggal di hutan selama lima bulan dan makan seadanya seperti papeda yang diolah di sana sebelum berjalan kaki ke Maybrat,” tuturnya.

Aparat keamanan terus melakukan upaya pengamanan di wilayah terdampak. Para pengungsi masih membutuhkan perhatian terkait kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, logistik, dan layanan kesehatan. Pemerintah berharap situasi keamanan segera pulih agar masyarakat dapat kembali ke kampung halaman.

Nahkoda KM Fajar Indah II, Jhongris Mainsida, menyampaikan bahwa dalam pelayaran tersebut terdapat sekitar 180 penumpang, termasuk para pengungsi, yang mendapatkan pelayanan dengan baik dari Pelabuhan Rakyat Babo menuju Bintuni. [CR25-R2]

Previous Post

Sejumlah Figur Calon Ketua KONI PB Muncul, Djoni Saiba : Pelaksanaan Musda Belum Ditentukan Waktunya

Next Post

Ratusan Pengusaha OAP Tertipu Janji Paket Proyek dari 42 Negara Donatur

Next Post
Ratusan Pengusaha OAP Tertipu Janji Paket Proyek dari 42 Negara Donatur

Ratusan Pengusaha OAP Tertipu Janji Paket Proyek dari 42 Negara Donatur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!