Manokwari, TP – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Penabur, Manokwari-Papua Barat mengadakan ujian paket terhadap warga binaan di Lapas Kelas II B Manokwari.
Warga binaan tampak antusias untuk mengikuti ujian paket A, B, dan C, disaksikan Kalapas Kelas II B Manokwari, Adhy Prasetyanto di Aula Lapas Kelas II B Manokwari, Senin (30/3/2026).
Kalapas mengatakan, keikutsertaan warga binaan dalam pelaksanaan ujian paket ini atas kerja sama dengan PKBM Penabur sesuai Memorandum of Understanding (MoU).
“Dalam kesepakatan, kami dapat menjalankan pengajaran pendidikan kepada warga binaan yang sempat tertunda, sehingga pada hari ini, ada ujian paket A, B, dan C yang diikuti warga binaan,” kata Prasetyanto kepada Tabura Pos di sela-sela pelaksanaan ujian, kemarin.
Ia mengungkapkan, ada 34 orang yang mengikuti ujian paket A, B, dan C, terdiri dari 21 warga binaan dan 13 orang dari luar. Dirinya memastikan Lapas Manokwari berkomitmen menjamin keberlanjutan pendidikan warga binaan meski proses pendidikan yang diperoleh berlangsung dari dalam Lapas.
“Walaupun mereka di dalam, pendidikan tetap berlanjut. Sebagai pembina di Lapas, harapan kami, kalau mereka sudah lulus ujian bisa melanjutkan Pendidikan jika sudah di luar nanti. Ini adalah hal positif yang perlu kita dukung,” kata Kalapas.
Prasetyanto pun memastikan Lapas Manokwari menjamin keberlanjutan Pendidikan warga binaan di tingkat perguruan tinggi. Untuk itu, jelas Kalapas, pihaknya telah melakukan MoU dengan Universitas Papua (Unipa) untuk keberlanjutan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi.
Ia menerangkan, dalam MoU yang ditandatangani Rektor Unipa, pihak Unipa bersedia membuka kelas di Lapas Manokwari sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan jenjang perguruan tinggi.
“Pak Rektor menyampaikan kepada kami, warga binaan yang mungkin pernah kuliah di luar, tetap bisa melanjutkan pendidikan karena dari Unipa ada istilahnya penyesuaian atau konversi nilai yang diselaraskan dengan mata kuliah dan semester di Unipa,” jelas Kalapas.
Prasetyanto menambahkan, Lapas sedang mendata warga binaan, bahkan membuka penerimaan pendaftaran mahasiswa baru untuk warga binaan dan pegawai Lapas.
“Untuk data riil-nya belum ada, kita baru selesai administrasi pendaftaran,” kata Prasetyanto.
Sementara tutor PKBM Penabur, Ariellia Prilly Astari mengatakan, ujian paket A setara SD, paket B setara SMP, dan paket C setara SMA, dilaksanakan selama 2 hari, sampai Selasa, 31 Maret 2026, dengan mata pelajaran yang sama.
Dirincikannya, pada hari pertama, ada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan PKN, sedangkan pada hari kedua, ada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPS.
Dia menambahkan, semua soal-soal berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, termasuk pengawas selama pelaksanaan ujian dari Dinas Pendidikan.
“Ujian ini sama halnya kenaikan kelas. Kami juga ada di lapas wanita dan anak. Kalau ditanya kenapa dilaksanakan di Lapas sini, karena pesertanya lebih banyak yang ikut ujian,” jelas Ariellia Astari.
Ditambahkannya, peserta yang lulus akan mendapatkan ijazah dan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang atau kelas selanjutnya.
“Kami tidak bisa langsung kasih ijazah, semua harus melalui proses ujian, karena di PKBM sama halnya dengan sekolah reguler yang mempunyai jenjang, kelas 1, 2, dan kelas 3,” katanya. [SDR-R1]




















