Manokwari, – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya periode Januari hingga Februari 2026 mencapai Rp107,89 miliar.
Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II C Kantor Wilayah DJPb Papua Barat Mulyanto Syawal di Manokwari, Papua Barat, Sabtu, mengatakan bantuan modal usaha tersebut disalurkan kepada 1.815 debitur.
“Penyaluran KUR cukup progresif di awal tahun untuk debitur yang tersebar di wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya,” kata Mulyanto.
Ia menyebut penyaluran KUR masih didominasi sektor perdagangan dengan realisasi mencapai Rp52,60 miliar, kemudian sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan Rp13,57 miliar, dan sektor jasa kemasyarakatan sebanyak Rp10,74 miliar.
Ada tiga skema yang digunakan dalam menyalurkan KUR, yaitu skema KUR mikro sebanyak Rp78,34 miliar dengan 1.621 debitur, KUR kecil terealisasi Rp28,93 miliar kepada 118 debitur, dan skema KUR super mikro Rp0,63 miliar dengan 76 debitur.
“Sebanyak 52,60 persen KUR disalurkan bagi debitur perdagangan besar dan eceran. Ini mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat bertumpu pada sektor distribusi dan ritel,” ujarnya.
Untuk Papua Barat, kata dia, penyaluran KUR tersebar di Manokwari Rp21,56 miliar (376 debitur), Teluk Bintuni Rp12,49 miliar (151 debitur), Fakfak Rp8,54 miliar (199 debitur), Kaimana Rp6,17 miliar (110 debitur), Teluk Wondama Rp4,86 miliar (78 debitur), Manokwari Selatan Rp680 juta (8 debitur), dan Pegunungan Arfak 100 juta (1 debitur).
Kemudian, wilayah Papua Barat Daya terdiri atas Kota Sorong Rp29,19 miliar (480 debitur), Kabupaten Sorong Selatan Rp9,77 miliar (156 debitur), Sorong Rp9,23 miliar (167 debitur), Raja Ampat Rp3,69 miliar (55 debitur), Tambrauw Rp890 juta (19 debitur), dan Maybrat Rp720 juta (15 debitur).
“Total penyaluran KUR kepada 923 debitur di wilayah Papua Barat mencapai Rp54,40 miliar, sedangkan Papua Barat Daya Rp53,49 miliar untuk 892 debitur,” ujarnya. [Pewarta: Fransiskus Salu Weking/Editor: Kelik Dewanto/ANTARA]




















