Manokwari, TP – SMA Negeri 1 Manokwari mengajukan diri untuk bertransformasi menjadi SMA Garuda, program sekolah unggulan Presiden RI Prabowo Subiyanto yang sedang digencarkan di seluruh Indonesia.
Kepala SMA Negeri 1 Manokwari Lucinda P. Mandobar menyampaikan hal ini kepada wartawan usai peringatan hari jadi sekolah yang ke-59 tahun pada Selasa (31/3/2026). “Impian kami, kami mau dan jika Tuhan berkenan, kami mau menjadi SMA Garuda. Kami siap dipersiapkan menjadi SMA Garuda di Provinsi Papua Barat,” ucapnya.
Ia yakin prestasi sekolah tingkat nasional maupun internasional sejak 2022, serta sumber daya manusia guru, infrastruktur, dan sarana prasarana yang dimiliki menjadi modal kuat. Menurutnya, mengubah status sekolah yang sudah unggul jauh lebih efektif dan efisien dari segi anggaran.
“Kami siap, tinggal sarana prasarana yang kurang dilengkapi saja, guru yang kurang tinggal ditambah yang punya kualitas. Saya rasa lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Saat ini, SMA Negeri 1 Manokwari memiliki 1.461 siswa dengan 42 rombongan belajar, didukung oleh 83 guru yang 90 persen sudah tersertifikasi. “Membangun sekolah unggulan yang baru biaya operasional lebih besar dibandingkan dengan sekolah yang sudah jadi. Makanya saya sampaikan ini mimpi kami ke Pak Bupati,” pungkasnya.
Bupati Manokwari Hermus Indou menyatakan ada dua pilihan untuk SMA Garuda: membangun dari awal atau merubah status sekolah yang sudah ada. Ia pun menyetujui usulan SMAN 1 Manokwari.
“Kalau saya lebih baik kita menjadikan SMA 1 menjadi SMA Garuda melihat potensi dan prestasi yang dicapai. Pondasinya sudah kuat, tinggal memoles infrastruktur yang belum ada dan menambah SDM,” terangnya.
Indou menilai, menjadikan sekolah yang sudah memiliki prestasi sebagai SMA Garuda jauh lebih efektif dan efisien ketimbang membangun yang baru. “Tinggal kekurangan yang ada kita bangun yang baru, sehingga kehadiran negara nyata dirasakan,” pungkasnya. [ SDR-R2]




















