Bintuni, TP – Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Teluk Bintuni meminta pihak sekolah segera membenahi data peserta didik. Hal ini menyusul ditemukannya ketidaksesuaian data antara ijazah dan Kartu Keluarga (KK) pada sejumlah siswa di SMP Negeri 1 Manimeri.
Dari total 487 siswa yang tercatat, ditemukan disparitas data yang berpotensi menimbulkan masalah administrasi di kemudian hari.
Kepala Dikpora Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapungan, menegaskan bahwa validasi data merupakan hal krusial untuk menjamin tertib administrasi serta keabsahan dokumen pendidikan.
“Segera lakukan koordinasi dengan Disdukcapil agar data siswa benar-benar valid dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas Henry saat ditemui di lokasi, Rabu (8/4).
Menurutnya, persoalan pencocokan data ini tidak hanya terjadi di satu sekolah, namun harus menjadi perhatian seluruh satuan pendidikan di Teluk Bintuni sebagai tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas administrasi.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Manimeri, Dinne Ririhena, S.Pd, mengakui adanya perbedaan data antara dokumen ijazah dengan KK yang menjadi kendala dalam pengurusan administrasi sekolah. “Yang tidak valid itu ijazah dengan KK,” ungkapnya singkat.
Di sisi lain, terkait sarana prasarana, Dinne menyebutkan pihaknya telah menerima bantuan melalui program Starling berupa dua unit perangkat pendukung pembelajaran guna menunjang kegiatan belajar mengajar, termasuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Hingga saat ini, SMP Negeri 1 Manimeri didukung oleh 34 tenaga pendidik, terdiri dari 31 guru ASN dan 3 tenaga honorer. [CR25-R2]




















