Manokwari, TP – Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Arief Bahtiar mengatakan, selama Operasi Ketupat 2026, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
“Dalam Operasi Ketupat, kriminalitas meningkat walau tidak terlalu signifikan. Untuk laka lantas di tahun 2026, jumlahnya ada penurunan. Dari 8 kejadian di tahun 2025 menjadi 7 kejadian di tahun 2026,” rinci Bahtiar kepada para wartawan di Polda Papua Barat, Rabu (8/4/2026).
Dari sisi kualitas kecelakaan, ada kenaikan pada kerugian materil sebesar 10 persen, termasuk korban meninggal dunia ada 2 kejadian, di Manokwari dan Teluk Wondama.
“Kami tetap mengimbau mematuhi aturan lalu lintas, karena setelah Operasi Ketupat, kita melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan, penertiban kendaraan bermotor,” kata Dirlantas.
Dari peningkatan penertiban, ada 16 kendaraan yang ditindak, rata-rata tidak mempunyai SIM, tidak mengenakan helm, dan plat kendaraan bermotor.
Menurut Bahtiar, 50 persen pengendara sepeda motor di Manokwari, belum sepenuhnya mematuhi peraturan berkendara sehingga menimbulkan laka lantas, termasuk di bawah pengaruh minuman beralkohol.
“Kita selalu mengimbau agar patuhi peraturan lalu lintas agar kita bisa menekan angka pelanggaran maupun laka lantas, karena mayoritas yang melanggar adalah anak di bawah umur,” katanya. [SDR-R1]




















