Manokwari, TP – Bupati Manokwari, Hermus Indou, Wakil Bupati, Mugiyono, dan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis meninjau lokasi banjir di Wosi, Manokwari, Rabu (8/4/2026).
Peninjauan kali ini untuk melihat Daerah Aliran Sungai (DAS) Wosi sampai ke kompleks yang terendam banjir, Selasa, 7 April 2026 malam.
“Bencana banjir ini menjadi pembelajaran kita semua bahwa kita perlu menata daerah kita lebih baik lagi,” kata Indou kepada para wartawan.
Ia mengatakan, Pemkab Manokwari akan berkoordinasi dengan lintas sektor menormalisasi Sungai Wosi yang mengalami luapan air sampai menggenangi rumah warga.
“Kami juga akan berikan bantuan ke masyarakat kita yang terdampak banjir hari ini. Tidak hanya di wilayah Wosi, juga di beberapa wilayah yang dilanda banjir,” kata Bupati.
Dia mengajak Masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrim masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan.
“Yang paling penting keselamatan jiwa kita. Soal material dan lain-lain yang perlu diselamatkan, diselamatkan terutama dokumen penting, sehingga ketika
banjir kita bisa antisipasi dengan baik,” katanya.
Sementara Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Manokwari, Ferdy M. Lalenoh mengatakan, jumlah korban banjir berdasarkan data yang diterima dari Kantor SAR Manokwari sekitar 80 kepala keluarga.
“Kalau data rill kamu belum dapat, karena hari ini baru turun bersama BPBD Manokwari untuk melakukan pendataan,” katanya.
Sedangkan Ketua Satgas Bencana, Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Papua Barat, Paulus Thoban menilai, salah satu faktor penyebab banjir di daerah Wosi dan Lembah Hijau akibat menumpuknya sedimen atau material di Sungai Wosi, ditambah faktor alam, curah hujan.
“Yang jelas, dalam Sungai Wosi ada banyak sedimen atau material yang perlu diangkat. Kedua, curah hujan yang tinggi sejak kemarin sore,” kata Thoban kepada para wartawan di sela-sela peninjauan di daerah Wosi, Rabu (8/4/2026).
Dikatakannya, BWS Papua Barat sedang melakukan inventarisir dan survei lokasi titik mana yang perlu ditangani supaya banjir tidak terulang lagi. “Setelah itu kami akan laporkan ke bapak Kepala Balai,” kata Thoban.
Dikatakan Thoban, musibah banjir terjadi tidak hanya di Manokwari, juga di daerah lain akibat curah hujan. Dirinya yakin ada dana bencana yang diturunkan untuk menangani normalisasi Sungai Wosi.
“Kita akan koordinasi dengan Pemda Manokwari dan Provinsi. Kami akan upayakan ada dana bencana untuk penanganan supaya bagaimana banjir ini tidak terulang kembali. Kalau pun ada penanganan fisik lain, kami akan upayakan,” kata Thoban.
Dari pantauan Tabura Pos, Pemkab Manokwari menyalurkan bantuan sembako dan alat tidur, termasuk menerjunkan 1 mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk membantu warga membersihkan sisa lumpur.
“Air mulai naik sekitar jam lima sore dan puncaknya sekitar jam delapan malam. Tingginya sekitar 1,5-meter karena sampai di jendala,” ungkap seorang warga. [SDR-R1]




















