Manokwari, TP – Personil Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari membantu mengevakuasi warga korban banjir di daerah Wosi, tepatnya di depan SMA Negeri 2 Manokwari ketika terjadi musibah, Selasa, 7 April 2026 malam.
Kasubsie Operasi dan Siaga, Kantor SAR Manokwari, Reza Afriyanto menjelaskan, tim terjun ke lokasi banjir menyusul laporan masyarakat sudah terjadi banjir dengan debit air yang terus meningkat.
“Kami telah menerjunkan dua tim Search and Rescue Unit ke lokasi terdampak di Wosi. Fokus utama evakuasi malam adalah kelompok rentan, yakni lanjut usia, wanita hamil, anak-anak serta warga dengan gangguan kesehatan,” ungkap Afriyanto dalam press release di grup WhatsApp Media dan Basarnas Manokwari, Rabu (8/4/2026).
Ia mengungkapkan, sampai tengah malam sekitar pukul 22.35 WIT, jumlah warga yang dievakuasi mencapai hampir seratus jiwa. Lanjut Afriyanto, jumlah itu mencakup warga yang dibantu tim gabungan maupun yang melakukan evakuasi secara mandiri ke dataran yang lebih tinggi.
Diungkapkannya, para penyintas banjir diarahkan ke 2 titik penampungan utama guna memastikan keamanan dan pemberian bantuan logistik awal, di Gereja Efrata Wosi dan Kantor Kelurahan Wosi.
Diakuinya, seluruh unsur gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan ketat terkait perkembangan cuaca dan fluktuasi debit air. Selain itu, tambah Afriyanto, koordinasi diperkuat untuk menyiapkan penanganan pengungsi pada posko yang disiapkan.
“Kami terus siaga di lapangan. Selain evakuasi, tim juga memantau kondisi debit air secara berkala. Kami mengimbau masyarakat yang masih berada di rumah
untuk tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi medis maupun darurat,” pintanya.
Ia menegaskan, dalam proses evakuasi, terjadi sinergitas antarunsur operasi kemanusiaan dan personil TNI, Polri, BPBD Kabupaten Manokwari, PMI, dan Baznas Papua Barat. [*SDR-R1]




















