Manokwari, TP – Persoalan yang muncul di Pasar Sentral Sanggeng sebagai salah satu produk Proyek Startegis Nasional (PSN) di Manokwari, seakan tiada hentinya. Sebelumnya, penempatan los, kios, dan nilai retribusi bulanan menjadi persoalan, kini muncul persoalan yang baru, yaitu sistem drainase, toilet, dan beberapa lainnya.
Viral di media sosial Selasa, 7 April 2026, di lantai 2 gedung tersebut tergenang air saat hujan deras, pipa saluran air dari bagian atas gedung tidak berjalan baik atau tersumbat.
Berdasarkan pantauan Tabura Pos, Rabu, 8 April 2026 sore, beberapa bidang di lantai 2 masih tergenang air. Begitu juga dengan lantai 3, terdapat beberapa bidang tergenang air akibat bocor di beberapa tiitk bagian atas gedung.
Pemandangan lainnya, terdapat sampah menumpuk di sudut tangga, banyak tulisan, coretan, ludah pinang yang menghiasi di dinding putih pasar tersebut. Tidak hanya itu, pintu kios untuk pedagang baju dan penjahit di lantai 2 dan 3, tidak sedikit yang dirusak seperti didobrak. Di samping itu, sejumlah anggota TNI yang sebelumnya terlihat berjaga, sudah tidak terlihat di pasar.
Selain itu, toilet yang disediakan gratis bagi para pedagang, sekarang menjadi toilet berbayar yang dikelola oleh oknum. Sekali masuk untuk buang air besar maupun air kecil, dipatok harga Rp5.000.
Plh. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Kabupaten Manokwari, Yahya Maabuat, tidak menampik munculnya persoalan-persoalan dimaksud.
“Kalau masalah saluran air di lantai 2 yang viral, saya tidak bisa banyak komentar, karena hal itu sudah berkaitan dengan teknis pembangunan gedung ini. Kami Disperindag hanya mengatur bagaimana sistem perdagangan di pasar ini berjalan,” kata Yahya kepada Tabura Pos di Pasar Sanggeng, Rabu (8/4/2026) sore.
Ia mengaku terus mengajak dan mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan, tidak membuang dan menumpuk sampah di sembarang tempat agar tidak mengganggu saluran air di pasar tersebut.
Yahya menambahkan, sebelumnya memang ada beberapa personel TNI yang bertugas di pasar, tetapi belakangan ini sudah tidak bertugas, karena harus ada kejelasan anggaran. “DPA kan belum dibagi, sehingga belum tahu anggarannya ada atau tidak. Saya selaku Plh serba salah, kalau ambil keputuan personel keamanan tetap berjaga tetapi anggarannya tidak ada, bagaimana,” terangnya.
Sekaitannya dengan toilet yang kini berbayar, Yahya mengatakan, pada dasarnya toilet yang disediakan gratis, tetapi kenyataannya lain seiring berjalannya waktu. Dirinya merasa cukup kompleksnya persoalan di pasar yang baru, sehingga membutuhkan sinergi dan kerja sama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
“Jujur, saya agak setengah mati, tapi bukan menghindar, karena saat disampaikan secara baik untuk kepentingan bersama agar tidak ada saling klaim, nyawa saya jadi ancaman, taruhan dan hal itu sudah pernah saya alami,” ungkapnya.
Perihal kios dan los di lantai 2 dan lantai 3 banyak yang masih kosong dan rusak, Yahya menerangkan, kunci kios sudah dibagi habis kepada para pedagang. Lanjutnya, masih kosongnya kios, akan dikoordinasikan dengan Asosisasi Pasar Sanggeng, karena alasan para pedagang sebelumnya akan mulai menempati kios yang sudah diperoleh selesai Idul Fitri.
“Waktu itu alasannya selesai Idul Fitri akan ditempati. Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan pengurus Asosiasi Pasar untuk memastikan kembali,” terangnya.
Diutarakannya, apabila berpatokan dengan ketentuan sebelumnya, maka masa uji coba atau penggratisan biaya pasar selama dari Desember – Maret sudah berakhir pada April 2026.
“Kalau memang nanti dari hasil koordinasi dengan Asosi Pasar, ada pedagang yang tidak mau tempati, kiranya akan disampaikan kepada pimpinan. Kuncinya bisa diberikan kepada pedagang yang lebih membutuhkan,” bebernya.
Plh. Kepala Disperindag Manokwari ini juga mengaku telah diundang DPRK Manokwari untuk hearing. Selaku Plh, ia mengaku tidak bisa bertindak di luar dari yang sudah diperintahkan pimpinan. “Besar harapan saya, menyikapi bencana yang terjadi, pedagang tidak usah panik dan kerja sama yang baik sangat diharapkan,” tukasnya. [SDR-R1]




















