Manokwari, TP – Sebanyak 700 putra-putri terbaik Papua Barat berkesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui program beasiswa Affirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menjelaskan bahwa kuota tersebut didistribusikan rata sekitar 100 orang per kabupaten/kota untuk memastikan pemerataan akses pendidikan.
Seleksi Transparan
Barnabas menegaskan proses seleksi berjalan transparan dan tanpa intervensi pihak manapun. Penentuan kelulusan sepenuhnya menjadi wewenang pusat melalui sistem daring.
“Siswa yang mengisi data dan mengunggah dokumen sendiri di aplikasi resmi, didampingi dinas pendidikan setempat. Yang menentukan lulus atau tidak adalah sistem dari pusat, bukan dinas,” ujarnya di Kantor Gubernur, Senin (13/4).
Ia mengimbau siswa memilih jurusan sesuai kemampuan nilai, bukan berdasarkan keinginan orang tua semata, agar tidak kesulitan saat kuliah nanti.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Sudjanti Kamat, menambahkan pendaftaran dibuka sejak 27 Februari hingga 22 Mei 2026. Jadwal ini diselaraskan dengan SNBP dan SNBT untuk menghindari tumpang tindih kuota.
Sesuai Perdasus No. 5 Tahun 2022, beasiswa ini menyasar tiga kategori: anak kedua orang tua asli Papua, anak salah satu orang tua asli Papua, dan masyarakat nusantara yang lahir dan menetap di Papua.
Menariknya, selain biaya dari APBN, setiap penerima juga akan mendapatkan tambahan dana dari Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp4 juta per tahun.
Sementara itu, Panglima Parlemen Jalanan, Ronald Mambieuw, mengapresiasi program ini namun mengingatkan pentingnya transparansi dan ketepatan sasaran.
“Jangan sampai bantuan ini hanya berputar di kalangan tertentu saja. Dana Otsus harus benar-benar berpihak kepada yang membutuhkan dan Orang Asli Papua,” tegasnya.[FSM- R2]




















