Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan didampingi Bupati Manokwari, Hermus Indou menyalurkan bantuan cadangan pangan pemerintah daerah terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Manokwari, Jumat (17/4/2026).
Sebanyak 200 paket disalurkan terhadap korban, yakni 10 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg tepung, dan 1 kg gula.
“Apa yang pemerintah lakukan ini merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat yang terdampak banjir yang terjadi sejak akhir Maret 2026 lalu,” kata Mandacan di hadapan para korban banjir di Posko Terpadu Wosi.
Dikatakannya, Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari akan berkolaborasi dalam penanganan dampak banjir. “Selain penyaluran bantuan, pemerintah juga akan mengambil langkah lanjutan untuk memastikan penanganan bencana secara bersama-sama agar berjalan optimal,” katanya.
Sementara Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan, persoalan pemukiman dan tata ruang yang menjadi salah satu faktor utama pemicu banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Manokwari.
“Selain faktor alam, curah hujan dengan intensitas tinggi, aktivitas manusia juga turut memperparah kondisi banjir yang terjadi,” ungkapnya.
Lanjutnya, pembukaan lahan di wilayah hulu dan Pembangunan pemukiman di bantaran Sungai juga menjadi penyebab yang memperparah dampak banjir.
Dirinya menyadari hal itu karena pertumbuhan penduduk yang tinggi, membutuhkan ruang, tetapi jika tidak diatur dengan baik, akan berdampak terhadap lingkungan.
Menurut Indou, wilayah Distrik Manokwari Barat sekarang sudah cukup padat, sehingga diperlukan pengaturan tata ruang yang lebih baik untuk mencegah resiko bencana di masa mendatang.
“Kita harus belajar dari kejadian ini agar ke depan tidak saling menyalahkan. Sosialisasi tata ruang kepada masyarakat sangat penting agar tidak terjadi pembangunan di kawasan yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi pemukiman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daearh (BPBD) Kabupaten Manokwari, Tajudin mengatakan, ada 31 titik di Kabupaten Manokwari yang terkena dampak banjir, salah satunya di Wosi Dalam dan Mokwam.
“Akibat curah hujan yang tinggi di Manokwari sampai saat ini terdapat 31 titik terdampak banjir dengan jumlah korban mencapai 373 kepala keluarga,” kata Tajudin kepada para wartawan di Wosi Dalam, Jumat (17/4/2026).
Dirinya mengakui intensitas curah hujan di Manokwari belakang ini cukup tinggi. Puncaknya mencapai 190-200 milimeter dalam waktu relatif singkat, menjadi pemicu utama terjadi genangan dan banjir di sejumlah titik.
Berdasarkan catatan di lapangan, rinci Tajudin, dampak bencana meliputi kerusakan rumah, jalan, dan gangguan pada sistem drainase yang menyebabkan genangan, longsor, dan abrasi.
“Hampir di setiap kompleks di Manokwari, warga membangun sampai menutupi drainase-drainase,” bebernya.
Dikatakannya, Pemkab Manokwari sudah memberlakukan masa tanggap darurat bencana sejak 8-21 April 2026. Selama tanggap darurat, BPBD dan perangkat daerah teknis di tingkat kabupaten dan provinsi, berkolaborasi melakukan pembersihan drainase dan normalisasi kali.
“Kami juga terus melakukan penanganan dan berterima kasih atas dukungan semua pihak,” pungkas Tajudin. [SDR-R1]




















