Manokwari, TP – Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba, turut menyerahkan LKPD Tahun 2025 dalam kesempatan yang sama. Ia menyampaikan optimisme bahwa laporan keuangan yang diserahkan dapat diperiksa dengan baik, sehingga daerahnya kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Kepala BPK, Agus Priyono, kembali menekankan pentingnya ketepatan waktu dan kualitas data. Ia juga meminta agar Pemda Pegaf memberikan kemudahan bagi tim pemeriksa saat turun ke lapangan.
Meskipun konsisten mendapatkan opini terbaik, Agus menyayangkan penurunan capaian tindak lanjut rekomendasi di daerah tersebut. Data menunjukkan persentase penyelesaian baru mencapai 52,70 persen, jauh di bawah target 75 persen.
“Dulu saat pertama kali saya menjabat, Pegaf yang paling tinggi capaiannya, sekarang justru yang paling menurun. Ini menjadi catatan penting,” ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pegaf segera menyusun strategi dan membentuk tim khusus agar angka tersebut dapat ditingkatkan. “Opini WTP harus dibarengi dengan penyelesaian rekomendasi. Jangan sampai hasil pemeriksaannya bagus, namun tindak lanjutnya masih jauh dari standar,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Dominggus Saiba menyatakan komitmennya untuk segera memperbaiki kinerja. Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah dan Inspektorat untuk mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh kepala OPD guna mempercepat penyelesaian seluruh rekomendasi yang masih tertunda.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan semua pekerjaan rumah ini, agar tahun ini kita tetap bisa mempertahankan opini WTP sekaligus meningkatkan persentase tindak lanjutnya,” janjinya. [SDR-R2]




















