Sorong, TP – Kondisi jalan rusak yang masih dibiarkan terjadi di sejumlah ruas strategis Kota Sorong menuai kritik tajam dari Ketua Forum Intelektual Muda Nusantara (FIMN) Papua Barat Daya, Isack Yable. Ia menilai hal ini sebagai bukti kegagalan pemerintah memanfaatkan momentum kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu.
Menurut Isack, kedatangan pejabat negara setingkat Wapres seharusnya menjadi pendorong utama untuk melakukan perbaikan, meskipun sifatnya sementara, pada akses-akses penting. Salah satu contoh yang disorotnya adalah ruas jalan dari kawasan Tugu Pawbili menuju Rumah Sakit John Piet Wanane yang kondisinya masih parah, penuh lubang dan bergelombang.
“Ini sebenarnya bukan soal ketersediaan anggaran, melainkan soal kemauan dan skala prioritas. Jika momen kunjungan Wakil Presiden saja tidak membuat pemerintah bertindak cepat, maka masyarakat berhak mempertanyakan keseriusan mereka dalam menangani masalah infrastruktur,” tegasnya.
Isack menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang mencolok antara agenda seremonial pemerintah dengan realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Warga tetap harus berhadapan dengan risiko kerusakan kendaraan, terhambatnya mobilitas, bahkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat jalan yang tidak layak pakai.
Ia berharap kunjungan pejabat tinggi negara ke daerah tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan dapat memberikan dampak perubahan yang nyata serta menjadi momentum evaluasi dan perbaikan kinerja pemerintah bagi kesejahteraan rakyat. [CR30-R2]




















