Henry Kapuangan Pastikan Proses Belajar Mengajar Tetap Berjalan
Bintuni, TP -Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., S.IP., MM, melakukan kunjungan kerja sekaligus evaluasi pelaksanaan layanan pendidikan di wilayah yang terdampak konflik. Peninjauan dilakukan di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Henry meninjau langsung proses belajar mengajar yang saat ini berlangsung di lokasi-lokasi sekolah sementara. Ia juga meluangkan waktu berdialog secara langsung dengan kepala sekolah dan para guru untuk mendengar berbagai masukan, aspirasi, serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Beberapa persoalan utama yang disampaikan tenaga pendidik antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi tempat belajar yang belum ideal, serta berbagai tantangan lain yang harus dihadapi baik oleh guru maupun siswa di tengah situasi yang belum kondusif.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Henry menegaskan bahwa secara umum pelayanan pendidikan di wilayah tersebut masih berjalan dengan baik dan sesuai standar. Ia memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
“Pada dasarnya pelayanan pendidikan tetap berjalan seperti biasa. Guru-guru tetap melaksanakan tugas mengajar, kepala sekolah menjalankan fungsinya, dan yang terpenting anak-anak juga tetap semangat serta antusias mengikuti pelajaran,” ujar Henry.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antar pimpinan sekolah dan tenaga pengajar terus diperkuat. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keberlangsungan proses pendidikan di dua distrik tersebut.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Satap Moyeba, Supardi, S.Pd, membantah beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa pendidikan di wilayah tersebut terhenti atau tidak berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa meskipun dalam kondisi serba terbatas, seluruh kegiatan akademik tetap dilaksanakan secara rutin.
“Informasi yang menyatakan pembelajaran tidak berjalan itu tidak benar. Kami terus berkoordinasi dan berupaya semaksimal mungkin agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik,” tegasnya.
Supardi menyampaikan bahwa semangat tenaga pendidik tidak lepas dari dukungan dan perhatian serius yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Arahan dan motivasi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan serta Bupati Yohanis Manibuy, SE., MH bersama Wakil Bupati Joko Lingara menjadi pendorong utama dalam menjalankan tugas.
“Dengan arahan dan dukungan pimpinan daerah, kami sadar bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bekerja. Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik dan berkualitas bagi anak-anak,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SD Inpres Moyeba, Mesias Orocomna, S.Pd.K, Gr. Ia menjelaskan bahwa sebagian kegiatan pembelajaran dilakukan di lokasi pengungsian di Kota Bintuni, namun hal tersebut tidak mengganggu kelancaran proses pendidikan.
“Kami tetap menjalankan tugas seperti biasa. Walaupun saat ini masih dalam kondisi pengungsian, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar hingga saat ini,” ungkapnya.
Kegiatan evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan hak setiap anak mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi, meskipun berada dalam situasi sulit akibat konflik. Ke depannya, pemerintah akan terus menyusun dan melaksanakan berbagai langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah terdampak.[CR25-R2]



















