Sorong, TP – Kasus penikaman yang merenggut nyawa Maxi Bless, seorang petugas keamanan atau sekuriti, memicu reaksi keras warga di Kota Sorong. Sebagai bentuk protes dan desakan agar penanganan kasus berjalan cepat, sejumlah warga melakukan pemalangan akses jalan di beberapa titik.
Menanggapi hal ini, Kapolsek Sorong Barat, Maxy Pigay, meminta seluruh pihak mempercayakan proses hukum kepada kepolisian dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Kejadian berlangsung pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 03.25 WIT di Jalan Puncak Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Korban yang beralamat di Kompleks RJM Belagri Atas, Kelurahan Klabala, mengalami luka tusukan di bagian dada kiri, ulu hati, dan sisi kiri tubuh lainnya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh personel Yonmarhanlan XIV Sorong yang sedang bertugas di sekitar lokasi. Mereka mendengar suara keributan dan teriakan minta tolong yang berasal dari depan sebuah rumah makan Jawa Timur, tepatnya di depan SMP Negeri 1. Namun, saat petugas bergerak mendatangi sumber suara, pelaku sudah lebih dahulu melarikan diri meninggalkan korban.
Seorang saksi mata yang juga bertugas sebagai petugas keamanan di Karaoke Inul Vista – lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara – segera membawa korban ke Rumah Sakit Maleo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Dari lokasi kejadian, aparat berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan sebagai alat serangan oleh pelaku.
Menyikapi kejadian tragis ini, warga setempat berunjuk rasa dengan memblokir akses jalan di ruas Jalan Sam Ratulangi, Kampung Baru, serta Jalan Gunung Arfak dan Jalan Kohoin. Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di wilayah tersebut terhenti dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Kapolsek Sorong Barat menegaskan bahwa tim penyidik saat ini sedang bekerja secara intensif untuk mengungkap kasus dan segera menangkap pelaku. Ia menyampaikan permohonan kepada keluarga korban dan masyarakat agar tetap tenang serta mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.
“Kami mohon kepada keluarga korban dan seluruh warga untuk memberikan kepercayaan kepada kami. Aparat sedang bekerja keras mengungkap kasus ini dan memastikan pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum. Kami juga meminta agar tidak ada lagi tindakan pemalangan jalan atau aksi anarkis yang justru mengganggu kepentingan umum,” tegas Maxy Pigay.
Personel kepolisian saat ini juga telah dikerahkan untuk membuka kembali akses jalan yang terblokir serta memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut tetap kondusif dan terkendali. [CR30-R2]




















