Sorong, TP – Di tengah rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional, sebuah aksi sederhana namun penuh makna ditunjukkan oleh Erik, seorang pedagang sayur di Kota Sorong. Tanpa melalui prosedur rumit atau kegiatan berskala besar, ia membuktikan kepedulian nyata terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP).
Alih-alih hanya menyampaikan aspirasi, Erik memilih bertindak langsung. Ia mempekerjakan lima anak muda OAP yang berasal dari Suku Kokoda untuk membantu operasional lapak jualannya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan yang konkret, yang patut diapresiasi dan dijadikan contoh, bahkan menjadi bahan evaluasi dan inspirasi bagi pemerintah maupun pelaku usaha lainnya.
Ditemui awak media Tabura Pos, Sabtu (2/5), Erik mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari keinginan tulusnya agar generasi muda di sekitarnya memiliki aktivitas yang bermanfaat. Para pekerja tersebut dilibatkan dalam berbagai tugas harian, mulai dari membersihkan dan merapikan sayuran, hingga membantu proses transaksi jual beli dengan pembeli.
“Saya ingin mereka punya kesibukan yang positif, belajar mandiri dan bekerja keras, sekaligus mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari,” ujar Erik.
Kelima anak muda tersebut mendapatkan upah harian yang disesuaikan dengan kemampuan usaha yang dijalankannya. Meskipun nilainya tidak besar, Erik berharap langkah kecil ini dapat menjadi awal yang baik dan memberikan dampak signifikan bagi masa depan mereka.
Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Buruh dan Hardiknas, Erik juga menyampaikan harapannya agar perhatian terhadap kesejahteraan seluruh tenaga kerja, termasuk pekerja informal, terus ditingkatkan. Menurutnya, buruh dan pekerja layak mendapatkan perhatian serius agar taraf hidup mereka semakin sejahtera, sebagaimana perhatian yang diberikan pemerintah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).
Aksi yang dilakukan Erik ini menjadi bukti bahwa kontribusi dalam membangun SDM tidak harus selalu melalui program atau anggaran berskala besar. Kepedulian dan tindakan nyata dari individu maupun masyarakat umum, meskipun sederhana, mampu memberikan perubahan positif yang dirasakan langsung di lingkungan sekitar. [CR30-R2]




















