Fokus Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah
Manokwari, TP – Pemerintah Kabupaten Manokwari mengusung visi besar untuk tahun 2027, dengan memfokuskan seluruh program pembangunan pada penguatan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Langkah ini diambil mengingat posisi strategis Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Manokwari Mugiyono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2027, yang digelar di Sasana Karya Kantor Bupati, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, musrenbang merupakan bagian paling krusial dalam siklus pembangunan daerah, yang mencakup tahapan perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan hasil kerja.
“Tahun 2027 ini menjadi tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, di mana kita menetapkan tema utama yaitu penguatan infrastruktur dan konektivitas daerah,” jelas Mugiyono.
Untuk mewujudkan target tersebut, ditetapkan sejumlah fokus program, antara lain: Pembangunan infrastruktur perkotaan guna menunjang fungsi Manokwari sebagai ibu kota provinsi dan pusat peradaban di Tanah Papua. Revitalisasi infrastruktur dasar perumahan dan permukiman, serta penataan kawasan kumuh melalui skema transmigrasi lokal terintegrasi.
Peningkatan kualitas jalan daerah melalui program yang diatur dalam Instruksi Presiden. Perluasan akses layanan pendidikan dan kesehatan melalui program gratis. Penguatan ketahanan pangan dengan pembukaan lahan sawah baru. Pembangunan pasar dan sentra UMKM terpadu untuk memperlancar distribusi ekonomi. Peningkatan kualitas layanan publik, termasuk di Bandara Rendani dan Mall Pelayanan Publik
“Perencanaan yang matang adalah kunci keberhasilan. Jika tahap ini berantakan, maka seluruh proses pembangunan akan menyimpang dari tujuan yang diharapkan,” tegasnya.
Wakil Bupati menyadari bahwa mewujudkan seluruh program tersebut tidaklah mudah, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir. Namun demikian, tantangan tersebut tidak boleh menyurutkan semangat.
“Ini adalah mimpi besar kita. Kalau bermimpi saja kita takut, bagaimana mungkin kita bisa membangun daerah? Mari doakan agar Bupati, saya sendiri, serta seluruh kepala OPD mampu mencari sumber pendanaan dan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Mugiyono menegaskan, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, pemerintah daerah tetap harus menghasilkan program yang menjawab kebutuhan riil masyarakat. Ia juga memberikan peringatan tegas terkait pengelolaan keuangan daerah.
“Anggaran yang ada harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Saya tidak akan mentolerir adanya program yang hanya menghambur-hamburkan uang negara tanpa memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.
Kegiatan musrenbang ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Kementerian Transmigrasi, BP3OKP Papua Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Universitas Papua, BPS, serta DPRD Kabupaten Manokwari. Peserta terdiri dari jajaran perangkat daerah, pemerintah distrik, hingga perwakilan kelurahan.[SDR-R2]




















