Manokwari, TP – Plt. Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Manokwari, Nixson Karubaba mengakui populasi sapi menurun dalam beberapa tahun terakhir ini, tetapi masih mampu memenuhi kebutuhan pemotongan hewan.
“Syukur, karena sampai tahun lalu masih tersedia. Mudah-mudahan tahun ini tersedia, memang populasi kita menurun drastis,” kata Karubaba kepada para wartawan di kantornya, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data populasi sapi tercatat sekitar 23.000 ekor, tetapi secara factual, jumlahnya diperkirakan bisa mencapai 50.000 ekor. “Ketersediaan sapi, kalau data by name by address itu 23.000 ekor, tapi kalau secara fakta menurut saya sekitar 50.000 ekor,” kata Karubaba.
Sebab, ia menerangkan, pola pemeliharaan sapi oleh masyarakat masih tradisional, khususnya di wilayah Prafi, yang mana sebagian besar peternak melepas sapinya secara bebas di Perkebunan kelapa sawit, sehingga sulit dilakukan pendataan.
“Rata-rata peternak di daerah Prafi, sapi dibiarkan di bawah kelapa sawit. Jadi, peternak juga tidak tahu jumlahnya berapa, apalagi kita. Nanti kalau ada yang mau beli, baru ditangkap,” ungkapnya.
Karubaba mengutarakan, banyak sapi yang dipotong, termasuk penjualan biasa dan hari raya, setiap tahun bisa mencapai 500-600 ekor.
“Setiap hari bisa lima sampai enam ekor sapi. Kalau setiap tahun pemotongan sudah dihitung dari raya, bisa sampai 500-600 ekor sapi jantan dan masih tersedia,” katanya.
Dikatakannya, penurunan populasi sapi dipastikan berdampak terhadap harga jual di pasaran, diperkirakan harga 1 ekor sapi bisa mencapai Rp15 juta per ekor.
Karubaba menambahkan, untuk menjaga ketersedian daging sapi, Pemkab Manokwari tetap membatasi pengiriman sapi keluar daerah. Padahal, sambungnya, permintaan dari luar daerah cukup banyak, seperti dari Biak.
“Secara populasi sampai sekarang ini, kita masih bisa menjawab. Bahkan dari Biak ke beberapa tempat ada minta kepada kami, tapi kita melarang untuk kirim sapi Manokwari ke luar, karena kita jaga produksi kita. Populasi kita tetap tersedia,” klaim Karubaba. [SDR-R1]




















