Manokwari, TP – Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dipusatkan di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, pada Kamis (21/5/2026). Penutupan ini sekaligus menandai peresmian hasil pembangunan fisik berupa jalan cor sepanjang 700 meter yang menjadi ikon utama kegiatan kali ini.
Dalam keterangannya kepada awak media di lokasi Pantai Amosro, Pangdam menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja seluruh elemen pelaksana. Ia menegaskan seluruh sasaran kerja, baik pembangunan fisik maupun kegiatan non-fisik pada pelaksanaan TMMD Triwulan II Tahun Anggaran 2026 ini, telah terlaksana dan tuntas diselesaikan hingga 100 persen.
“Kita saksikan bersama, telah terbangun infrastruktur berupa jalan cor, rehabilitasi gedung sekolah, pembangunan rumah layak huni, hingga fasilitas sarana air bersih, serta prasarana penunjang lain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat di sini,” ujar Mayjen Tehuteru.
Ia menjelaskan, program TMMD dilaksanakan sebanyak empat kali dalam satu tahun, bertepatan dengan setiap triwulan, dengan penentuan lokasi berbasis pada skala prioritas daerah yang paling membutuhkan sentuhan pembangunan.
“Untuk triwulan I tahun ini, kegiatan kita laksanakan di Kabupaten Kaimana. Selanjutnya triwulan II di sini, Kabupaten Manokwari. Adapun rencana pelaksanaan triwulan III mendatang, kita akan meninjau kembali kebutuhan di wilayah-wilayah jajaran Kodam Kasuari. Salah satu kandidat kuat yang sangat membutuhkan adalah Kabupaten Manokwari Selatan,” jelasnya.
Pihaknya juga memberikan apresiasi mendalam kepada pemerintah daerah yang telah tulus berkolaborasi dengan mengalokasikan dukungan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Menurut Pangdam, sinergitas ini menjadi kunci utama agar kehadiran negara benar-benar terasa nyata di tengah masyarakat, melalui pembangunan infrastruktur yang kokoh dan berkelanjutan.
Program TMMD di Kampung Tanah Rubuh ini berlangsung selama sebulan lebih, terhitung mulai tanggal 22 April hingga 21 Mei 2026. Pangdam menegaskan seluruh kegiatan telah tepat sasaran, memenuhi prioritas pembangunan fisik maupun non-fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan riil warga setempat.
“Program ini senantiasa dinantikan kehadirannya oleh masyarakat, karena manfaatnya menyentuh aspek fundamental kehidupan dan memberikan dampak positif yang langsung dirasakan dalam peningkatan kesejahteraan warga desa,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, realisasi pembangunan yang ada telah disinergikan secara khusus dengan program-program unggulan TNI Angkatan Darat. TMMD tidak hanya berfokus pada kesejahteraan sosial semata, tetapi juga mencakup pembangunan sumber daya manusia, perluasan akses distribusi ekonomi warga, hingga penyediaan fasilitas publik yang lebih layak, memadai, dan representatif bagi masyarakat luas.
Di akhir arahannya, Pangdam berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinergi yang telah terbangun erat selama kegiatan ini dapat terus dipelihara, dijaga, dan dikembangkan. Hal ini dinilai sebagai modal utama untuk menumbuhkan semangat pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Kampung Tanah Rubuh, Herman Dowansiba, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Ia menyebutkan sederet manfaat besar yang diterima kampungnya, mulai dari pembangunan jalan cor sepanjang 700 meter, pembangunan 4 unit rumah layak huni, rehabilitasi gedung gereja, gedung sekolah, sarana air bersih, hingga berbagai program pendampingan sosial lainnya yang sangat membantu kehidupan warga.[SDR-R2]




















