Bintuni, TP – Dua unit kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dilaporkan bersandar dan melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Delta, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Kedatangan kapal ini dipastikan membawa pasokan kebutuhan bahan bakar, baik untuk masyarakat umum maupun kepentingan operasional Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Kapal pertama yang bersandar adalah KM Teluk Bintuni 03 milik CV Sinar Bintuni. Kapal ini membawa berbagai jenis BBM yang dialokasikan khusus untuk kebutuhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bintuni. Rincian muatan yang dibawa yakni Pertalite sebanyak 185 kilo liter (KL), Bio Solar 70 KL, Pertamax 40 KL, serta Dexlite sebanyak 35 KL.
Mualim I KM Teluk Bintuni 03, Rizal, menjelaskan proses pemuatan seluruh jenis BBM tersebut dilakukan sejak tanggal 19 Mei 2026 lalu di Depot Pertamina Sorong. Perjalanan laut menuju Pelabuhan Delta Bintuni memakan waktu sekitar dua hari perjalanan.
“Kita sudah berada di sini sejak tanggal 19 Mei. Diperkirakan masih butuh waktu sekitar tiga hari lagi agar seluruh proses bongkar muat rampung sepenuhnya,” ungkap Rizal saat ditemui awak media di lokasi pelabuhan.
Sementara itu, kapal kedua yang lebih dahulu tiba di dermaga adalah KM Justin. Kapal ini diketahui membawa pasokan bahan bakar khusus guna menunjang operasional ketenagalistrikan di wilayah Teluk Bintuni.
Kapten KM Justin, Hans Sarimanella, menyebutkan bahwa kapal yang dinakhodainya mengangkut muatan utama sebanyak 400 kilo liter jenis Bio Solar, yang sepenuhnya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional pembangkit milik PLN.
“Untuk kebutuhan operasional PLN di sini, kami memuat dan mengantarkan sebanyak 400 kilo liter jenis Bio Solar,” jelas Hans.
Kedatangan dua kapal pengangkut ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan stok bahan bakar di wilayah Teluk Bintuni tetap aman, mencukupi, dan stabil, baik untuk kebutuhan mobilitas masyarakat maupun kelancaran pelayanan listrik bagi seluruh warga.[CR25-R2]




















