Sorong, TP – Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 lalu, SKK Migas – Petrogas (Basin) Ltd. bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua Barat menggelar program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan.
Kegiatan bertajuk Inovasi Strategis Pengembangan Integratif Rencana Ajaran Sistematis atau Petro-Inspirasi ini berlangsung di Training Center, Kasim Marine Terminal.
Program ini ditujukan khusus bagi tenaga pengajar Sekolah Dasar yang bertugas di wilayah sekitar area operasi perusahaan. Kegiatan berjalan selama dua hari dengan materi yang disusun secara bertahap. Pada hari pertama, sebanyak 20 guru peserta mendapatkan pemaparan terkait kebijakan pendidikan daerah, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, capaian pembelajaran, penyusunan tujuan pembelajaran dan alurnya, hingga penyusunan modul ajar.
Sementara di hari kedua, materi diperdalam meliputi pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal Papua, serta praktik mengajar atau Micro Teaching. Selain pelatihan, Petrogas (Basin) Ltd. juga menyiapkan dukungan berupa modul materi, tenaga pengajar, peralatan penunjang, serta sertifikat bagi seluruh peserta.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Penelaah Teknis Kebijakan Nixsen Lintang menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Ia menilai program ini memiliki dampak positif nyata bagi dunia pendidikan di daerah.
“Kami berharap, lewat kegiatan ini para pendidik mampu mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih integratif, sistematis, dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa kini,” ujar Nixsen.
Sambutan positif juga datang dari Angganeta, guru di SD Negeri 15 Maralol yang turut berpartisipasi. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dan teknik mengajar yang akan diterapkan sekaligus dibagikan kepada rekan sejawat di sekolahnya.
“Banyak hal baru yang kami dapatkan, cara mengajar yang lebih segar. Pengalaman ini tentu akan kami bagikan kepada rekan guru lain yang berhalangan hadir,” ungkapnya.
Di kesempatan terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto, menegaskan bahwa PPM bukan sekadar kewajiban sosial semata, melainkan bagian dari sistem kerja industri hulu migas. Program ini dirancang berbasis data dan terukur guna memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di wilayah operasi, sekaligus mendukung kelancaran produksi dan ketahanan energi nasional.
Field Operation Manager RH Petrogas Companies in Indonesia, Mustaman, menjelaskan bahwa kemitraan strategis bersama pemerintah daerah dan BGTK ini sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir.
“Harapan kami, program ini nyata meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, dan ilmu yang didapat bisa langsung dipraktikkan saat mengajar di sekolah masing-masing,” jelas Mustaman.
Selain Petro-Inspirasi, SKK Migas – Petrogas (Island) Ltd. juga menjalankan program serupa bertajuk Petrogas Rintis Masa Depan (PRIMA). Pada April lalu, perusahaan menyalurkan bantuan sarana penunjang pendidikan ke SD Inpres 37 Distrik Salawati Selatan. Bantuan tersebut meliputi mebel kelas dan ruang guru, serta paket buku dan alat tulis guna mendukung kualitas proses belajar mengajar di sekolah terpencil tersebut. [CR24-R2]




















