Sorong, TP – Sebanyak 70 putra-putri asli Papua dari berbagai kabupaten dan kota se-Papua Barat Daya mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keterampilan Pelaut yang digelar di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Daya, George Yarangga, mewakili Gubernur, di Gedung Utama Poltekpel Sorong, baru-baru ini.
Diklat ini merupakan inisiatif Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya yang bekerja sama dengan Poltekpel Sorong. Acara pembukaan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah serta manajemen dan para instruktur di lingkungan kampus pelayaran tersebut.
Dalam sambutannya, George Yarangga menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan keterampilan Orang Asli Papua (OAP) sebagai calon tenaga pelaut yang profesional dan berdaya saing, guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sektor maritim.
“Peningkatan kualitas SDM di bidang kemaritiman ini sangat penting untuk menopang pembangunan ekonomi daerah, terutama dalam mengelola kekayaan potensi kelautan yang sangat melimpah di Papua Barat Daya,” ujar Yarangga saat diwawancarai Tabura Pos, Kamis (4/6/2026).
Ia menambahkan, besarnya potensi kelautan yang dimiliki daerah ini seharusnya diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja lokal yang mumpuni. Selama ini, keterlibatan masyarakat asli Papua dalam sektor tersebut masih terbatas karena keterbatasan keterampilan.
“Generasi muda Papua Barat Daya harus terlibat langsung dalam pengelolaan sumber daya alamnya sendiri, baik sebagai pelaku usaha maupun tenaga pelaut yang mendukung roda perekonomian,” tegasnya.
Dibekali Materi Standar Internasional
Sementara itu, Direktur Poltekpel Sorong, Dodik Widarbowo, menyatakan bahwa pihaknya selaku satuan pendidikan di bawah naungan pemerintah pusat berkomitmen mendukung penuh upaya peningkatan kualitas SDM OAP. Program ini difokuskan untuk membekali peserta dengan keahlian sesuai standar profesi pelaut agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Para peserta akan mengikuti pembekalan teknis dasar, antara lain Basic Safety Training (BST), Safety Awareness Training (SAT), dan Affirmation Program for Future Seafarers (AFF). Seluruh materi disampaikan melalui pendekatan teori dan praktik menggunakan fasilitas lengkap yang tersedia di kampus kami,” jelas Dodik.
Diklat yang berlangsung selama lebih dari dua minggu ini juga menghadirkan instruktur-instruktur yang telah berpengalaman di bidangnya. Hal ini bertujuan agar peserta mendapatkan pengetahuan yang menyeluruh serta keterampilan yang memenuhi standar keselamatan dan kompetensi resmi.
Dengan bekal tersebut, diharapkan peserta memiliki peluang karir yang lebih luas, baik sebagai pelaut niaga bersertifikat internasional maupun teknisi permesinan kapal yang siap ditempatkan di berbagai perusahaan pelayaran, baik di dalam maupun luar negeri.
“Setelah mengikuti diklat ini dan mendapatkan sertifikasi resmi, peluang kerja mereka akan jauh lebih terbuka. Industri pelayaran sangat membutuhkan tenaga terampil, dan ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda Papua,” pungkas Dodik. [CR24-R2]




















