Manokwari, TP – Setelah Program Studi (Prodi) Magister Kehutanan mendapatkan akreditasi baik sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 2 Juni 2026, maka Fakultas Kehutanan (Fahutan) sedang menyiapkan dokumen untuk 4 prodi strata 1 (S1) ke Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT) untuk diakreditasi.
Keempat prodi S1 yang dimaksud, yaitu: Prodi Kehutanan, Prodi Ilmu Lingkungan, Prodi Konservasi, dan Prodi Teknologi Hasil Hutanuntuk mengajukan akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT).
Dekan Fahutan, Unipa Manokwari, Dr. Elieser Y.I.V. Sirami sesuai target dari Universitas, pihaknya memprioritaskan agar Prodi S1 Kehutanan harus mendapatkan akreditasi unggul, selain ketiga prodi S1 lain yang diusulkan secara bersamaan.
“Tiga Prodi S1 Ilmu lingkungan, Prodi S1 Konservasi, dan Prodi S1 Teknologi Hasil Hutan adalah program studi yang baru dibentuk dan belum ada lulusan sejak 2024, tetapi harus diakreditasi dan tidak boleh ditunda,” tandas Sirami kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
Meski ketiga prodi ini baru dibentuk, sambung Sirami, tetapi harus diakreditasi, sehingga menjadi dasar untuk pengusulan beasiswa bagi mahasiswa yang mengambil perkuliahan pada ketiga jurusan tersebut.
“Saat ini, mahasiswa yang kuliah hampir mendapat beasiswa, sehingga kami mendorong ketiga jurusan ini dapat diakreditasi supaya ada beasiswa bagi mahasiswa guna meningkatkan motivasi belajar,” jelas Sirami.
Dikatakan Sirami, ketiga prodi ini mempunyai peluang dan prospek dunia kerja yang menjanjikan setelah lulus, hanya saja mahasiswa saat ini banyak yang datang dari latar belakang ekonomi lemah, sehingga perlu ditopang dengan beasiswa.
Sirami menerangkan, biaya SPP memang murah, sekitar Rp2 juta per semester, tetapi belum ditambah biaya lain, seperti biaya praktek, biaya fotocopi tugas-tugas, dan biaya lain.
“Belakangan ini saat penerimaan mahasiswa, minatnya menurun, karena itu, kami mendorong agar terakreditasi supaya diusulkan beasiswa. Saat ini calon mahasiswa lebih berminat ke jurusan yang dijamin dengan beasiswa, berbeda dengan anak-anak yang orangtuanya mampu dari sisi ekonomi,” pungkas Dekan
Fahutan. [FSM-R1]




















