Sorong, TP – Salah satu Partai Politik (parpol) yang diduga memiliki hubungan kedekatan dengan Yayasan Pergerakan Pasukan Hijau (YPPH), saat ini tersandung kasus hukum belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan whatshaapp, belum lama ini.
Dugaan tersebut mencuat dan menjadi sorotan publik setelah lembaga sosial itu terlibat dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana hibah yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sorong.
Upaya untuk meminta keterangan hingga berita ini dimuat belum memperoleh jawaban resmi. Padahal, hubungan antara kedua belah pihak menjadi perhatian publik setelah keduanya terlihat bersama dalam sejumlah kegiatan di wilayah Papua Barat Daya.
Lembaga sosial yang bersangkutan diketahui pernah tergabung dalam kelompok pendukung pasangan calon kepala daerah pada pemilihan Gubernur Papua Barat Daya . Dalam berbagai rangkaian kegiatan, lembaga tersebut sempat terlibat bersama sejumlah unsur yang memberikan dukungan politik.
Kedekatan itu kini menjadi sorotan setelah Ketua YPPH ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah yang berasal dari anggaran pemerintah daerah Papua Barat pada tahun anggaran 2022.
Sejumlah rekaman dan dokumentasi kegiatan yang beredar menunjukkan keterlibatan lembaga tersebut dalam agenda dukungan kepada salah satu pasangan calon.
Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai bentuk hubungan atau kerja sama yang pernah terjalin antara kedua belah pihak. Belum adanya tanggapan membuat sejumlah pertanyaan dari masyarakat mengenai kedekatan tersebut masih belum terjawab secara jelas.
Sementara itu, proses hukum terhadap kasus yang menyeret lembaga sosial itu terus berjalan. Penyidik masih mendalami perkara dan membuka kemungkinan pengembangan kasus sesuai dengan alat bukti serta keterangan yang diperoleh selama penyelidikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi yang disampaikan terkait dugaan hubungan tersebut. [CR30-R2]



















