Gubernur Elisa Kambu: Fokus Muliakan Nama Tuhan
Sorong, TP – Sebanyak 342 orang kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Papua Barat Daya bertolak mengikuti ajang Pesparawi Nasional ke-XIV yang berlangsung di Manokwari. Rombongan diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KM Tatamailau, Rabu dini hari, 17 Juni 2026, sekitar Pukul 03.00 WIT.
Sehari sebelumnya, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu telah melepas secara simbolis seluruh kontingen di Malak Ballroom Aimas Hotel & Convention Center, Selasa (16/6/2026). Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Pataka kepada Ketua Rombongan Pesparawi Papua Barat Daya, Yakob Kareth.
Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua Barat Daya, Simon Apono, menjelaskan kontingen yang diberangkatkan terdiri atas peserta lomba, dirigen, pianis, petugas resmi, peserta musyawarah nasional, peserta seminar dan pameran, serta pengurus dan peninjau.
Mengusung tema “Harmoni Pujian Satukan Bangsa”, ajang ini rencananya dibuka secara resmi pada 18 Juni 2026 di Manokwari, Provinsi Papua Barat. Dalam ajang tersebut, kontingen Papua Barat Daya akan mengikuti 12 kategori lomba dan bersaing dengan peserta dari 37 provinsi se-Indonesia.
Kedua belas kategori tersebut meliputi: solo anak usia 7–10 tahun, solo anak 11–15 tahun, solo remaja putra, solo remaja putri, vokal grup, musik pop gerejawi, musik gerejawi nasional, paduan suara anak, paduan suara remaja/pemuda, paduan suara wanita, paduan suara pria, dan paduan suara dewasa campuran.
“Peserta lomba ini berasal dari satu kota dan empat kabupaten di Papua Barat Daya. Satu-satunya daerah yang belum mengirimkan perwakilan adalah Kabupaten Sorong Selatan,” jelas Simon Apono.
Ia menambahkan persiapan telah dilakukan secara matang, mulai dari pembinaan intensif selama tiga bulan terakhir hingga pemusatan latihan yang digelar pada 14–16 Juni 2026. Latihan meliputi teknik vokal, koreografi, hingga pembinaan mental. Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin juga dilakukan, terutama bagi peserta anak dan remaja, guna memastikan kondisi fisik tetap prima.
Sementara itu, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan pesan penting kepada seluruh kontingen. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang ini bukan semata-mata untuk meraih kemenangan, melainkan sebagai sarana memuliakan nama Tuhan.
“Ini memang kompetisi, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Namun tujuan utama kita bukan itu, melainkan memuliakan nama Tuhan. Juara hanyalah bonus. Jika kita memuji dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan pasti akan memperhitungkan,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan agar seluruh peserta tetap menjaga disiplin, sportivitas, serta etika dan tata krama selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Ingat, kalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi menjadi duta yang mewakili seluruh masyarakat Papua Barat Daya,” pungkasnya. [CR24-R2]




















