Sorong, TP — Ajang Pesparawi XIV Nasional 2026 di Manokwari, Papua Barat, menjadi momen bagi mantan Bupati Asmat, Elisa Kambu, untuk merenungkan perjalanan hidup dan imannya. Hal ini diungkapkan Elisa Kambu saat melepas kontingen Pesparawi Papua Barat Daya baru-baru ini, ia membuka kisah pengalaman rohani yang mendalam, bermula ketika dirinya masih memimpin Tim Pesparawi Kabupaten Asmat bertanding di Wamena.
Saat itu, Elisa masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Asmat. Ia mendapatkan amanah untuk membawa tim menyambut ajang pertemuan dan lomba vokal gereja tersebut. Namun di tengah perjalanan menjalankan tugas, sebuah ujian besar datang menghampiri: ia menerima kabar bahwa dirinya dicopot dari jabatan pemerintahan yang diemban.
Meski situasi terasa berat, Elisa memilih tidak meninggalkan tanggung jawab. Baginya, mendampingi tim hingga selesai adalah bagian dari panggilan Tuhan yang harus dijalaninya dengan setia. Ia tetap mendampingi seluruh rangkaian kegiatan sampai usai, baru kemudian pulang ke daerah asal. Sekembalinya, ia sempat tidak menduduki jabatan apapun dalam struktur pemerintahan.
Namun ketidakpastian itu tidak membuatnya patah semangat. Elisa memilih bersabar dan menyerahkan sepenuhnya jalannya hidup serta karirnya kepada Tuhan. Sekitar dua setengah tahun berselang, saat masa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Asmat tiba, jalan baru terbuka. Ia maju sebagai calon dan akhirnya terpilih serta dipercaya memegang jabatan Bupati Asmat.
Bagi Elisa, rangkaian peristiwa itu menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan iman. Ia menyadari makna kesetiaan dalam tugas, kesabaran menghadapi proses, serta keyakinan bahwa segala sesuatunya berjalan pada waktu yang telah ditetapkan. [CR30-R2]




















