MManokwari, TP – Bukan sekedar ajang tarik suara, Pesparawi Nasional XIV pada 2026 menjadi panggung kebangkitan ekonomi kreatif Papua Barat. Ini ditandai dengan dibukanya pameran Harmoni oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Plaza Kampus Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Senin (22/6/2026).
Mandacan mengatakan, pameran Harmoni menjadi sarana menampilkan kreativitas Masyarakat, sekaligus mengenalkan Sejarah perjalanan Pesparawi yang patut dibanggakan dan disyukuri bersama.
Untuk itu, lanjut Gubernur, Pemprov Papua Barat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV, karena selain memiliki nilai religi, kegiatan itu juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui promosi produk UMKM dan budaya daerah.
“Pesparawi tidak hanya bernilai religius, tapi membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pameran produk UMKM dan budaya yang ditampilkan,” kata Mandacan dalam sambutan pembukaan pameran Harmoni.
Ia mengapresiasi Pemerintah Pusat dan Panitia Nasional yang mempercayakan Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV pada 2026.
“Kehadiran kontingen dari 38 provinsi menjadi kesempatan besar bagi kami di Papua Barat memperkenalkam berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat Indonesia,” kata Mandacan.
Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional XIV, Yacob Fonataba menambahkan, pameran diikuti sedikitnya 66 peserta yang terdaftar secara resmi serta didukung pelaku UMKM binaan pemerintah daerah.
Selain itu, pamera juga melibatkan 10 provinsi peserta Pesparawi, Dekranasda provinsi dan kabupaten, perbankan, lembaga pemerintah, organisasi perempuan hingga komunitas generasi muda yang menampilkan berbagai produk inovatif berbasis sumber daya lokal Papua.
Menurutnya, pameran Harmoni tidak hanya menjadi pelengkap pelaksanaan Pesparawi, juga wadah pengembangan kreativitas generasi muda, promosi produk UMKM serta penguatan ekonomi kreatif daerah.
Produk-produk yang dipamerkan tidak hanya dipusatkan di Plaza Unipa, juga ditampilkan pada 4 event perlombaan Pesparawi.
“Tujuan kegiatan ini selain mengembangkan seni vokal gerejawi, juga mengembangkan kreativitas generasi muda dan para pelaku UMKM yang selama ini dibina pemerintah, Dekranasda serta berbagai pihak lain,” jelas Fonataba.
Papua Barat menampilkan sejumlah produk unggulan lokal, salah satunya kayu Akway dari Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) yang dikenal masyarakat sebagai minuman herbal tradisional penambah stamina.
Ada juga berbagai produk kerajinan, kuliner, dan hasil olahan khas daerah dari sejumlah provinsi peserta, dipamerkan selama Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
Pameran Harmoni menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV yang mempertemukan unsur keagamaan, budaya, ekonomi kreatif, dan promosi potensi daerah dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan antarprovinsi di Indonesia. [*FSM-R1]




















