Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa seluruh peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV adalah juara. Menurutnya, kemenangan dalam ajang ini tidak hanya diukur dari piala atau peringkat, melainkan dari ketulusan iman dan semangat pelayanan yang dipersembahkan kepada Tuhan.
Pernyataan itu disampaikannya saat menutup rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV di Ruang Terbuka Publik Borarsi, Manokwari, pada Minggu (28/6/2026).
“Puji syukur kita panjatkan, karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan penuh sukacita. Apa yang dimulai dengan doa, diselesaikan pula dengan berkat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa berakhirnya lomba bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal terjalinnya ikatan persaudaraan yang lebih kuat. “Ini bukan titik akhir, melainkan awal dari persaudaraan yang terukir, kenangan yang terjalin, dan harmoni yang kita lantunkan bersama di atas tanah Papua Barat,” tegasnya.
Lebih dari 6.000 peserta dari 38 provinsi telah hadir dan menyanyikan pujian sepanjang acara. Gubernur menilai hal ini membuktikan bahwa keberagaman suku, bahasa, dan daerah asal justru menjadi kekuatan yang menyatukan bangsa.
“Suara kalian bukan hanya melodi, melainkan doa dan kasih yang melampaui batas. Dalam perbedaan kita temukan keindahan, dan dalam keberagaman kita temukan kekuatan,” tambahnya.
Atas nama pemerintah dan masyarakat, Dominggus menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen, panitia, dewan juri, aparat keamanan, relawan, tokoh agama, dan warga yang telah mendukung kelancaran acara.
Kepada para pemenang, ia menyampaikan ucapan selamat, namun kembali menegaskan makna kemenangan yang lebih luas. “Bagi yang meraih prestasi, selamat. Namun ingat, tidak ada yang kalah di sini. Semua yang hadir, bernyanyi, dan berjuang dengan sepenuh hati adalah juara, karena kalian telah mempersembahkan pujian kepada Tuhan,” tandasnya.
Ia mengajak seluruh peserta membawa pulang semangat damai dan persatuan. “Selamat jalan saudara-saudara. Bawalah damai dari Kota Injil ini, dan ingatlah bahwa pintu Papua Barat akan selalu terbuka untuk kalian kapan pun kembali,” pungkasnya.[SDR-R2]




















