Gunakan Kuesioner untuk Ketahui Manfaat Bagi Masyarakat dan Usaha Lokal
Manokwari, TP – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua Barat bergerak cepat mengukur dampak ekonomi dan kunjungan wisata dari pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari. Pengukuran dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis sistem semi-digital atau formulir daring.
Kepala Disbudpar Papua Barat, Jafar Werfete, menjelaskan langkah ini bertujuan mengetahui secara langsung seberapa besar manfaat ajang rohani terbesar tersebut bagi pendapatan masyarakat, pelaku usaha jasa pariwisata, serta kunjungan ke tempat-tempat wisata di Manokwari dan sekitarnya.
“Kami ingin melihat seberapa besar dampak Pesparawi terhadap peningkatan pendapatan usaha dan animo kunjungan wisatawan. Ini bukan sekadar seremonial, tapi kami ingin mengukur dampak nyata yang dirasakan daerah,” ujarnya usai mengikuti apel pagi di Kantor Gubernur, Senin (29/6/2026).
Kuesioner yang disebarkan berfokus pada jumlah kunjungan ke berbagai lokasi wisata, baik situs keagamaan, budaya, museum, maupun besaran pendapatan yang diperoleh selama acara berlangsung. Penyebarannya dilakukan secara luas, salah satunya melalui Forum Mano Kreatif Papua Barat yang menghimpun pelaku usaha, pencinta lingkungan, kelompok seni, dan unsur masyarakat lainnya.
Pihaknya menargetkan pengisian kuesioner selesai dalam waktu satu minggu. Data yang terkumpul nantinya akan diolah untuk bahan analisis dampak kebijakan, perencanaan penyelenggaraan acara berskala besar di masa mendatang, serta menjadi laporan resmi kepada pimpinan daerah.
Werfete mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berperan aktif mengisi kuesioner tersebut. “Data ini sangat bermanfaat untuk menyusun strategi pengembangan pariwisata yang lebih tepat dan menguntungkan bagi Papua Barat ke depannya,” harapnya.[FSM-R2]




















