• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Juli 1, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home News

Sulawesi Utara Sabet Juara Umum dan Grand Prix Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

AdminTabura by AdminTabura
30/06/2026
in News
0
Sulawesi Utara Sabet Juara Umum dan Grand Prix Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Penyerahan Grand Prix Menteri Agama kepada kontingen Provinsi Sulut dalam penutupan Pesparawi Nasional XIV pada 2026 di RTP Borarsi, Manokwari, Minggu (28/6/2026) malam. TP/SDR

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP – Akhirnya, target kontingen dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi juara umum dan Grand Prix pada Pesparawi Nasional XIV pada 2026 di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terwujud.

Di kabupaten dengan julukan Kota Injil ini, kontingen dari Provinsi Sulut tampil sebagai juara umum, dengan memperoleh Champion terbanyak kategori yang dilombakan.

Keempat Champion yang berhasil disabet kontingen dari Provinsi Sulut, yakni lomba Musik Gerejawi Nusantara (MGN), Paduan Suara Wanita (PSW), Paduan Suara Pria (PSP), dan Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), termasuk juara Grand Prix yang baru pertama kali dilombakan.

Kontingen yang dipimpin Ketua LPPD Provinsi Sulawesi Utara, Anik Wandriani tersebut, menjadi kontingen pertama yang tiba di Manokwari pada 15 Juni 2026. Dengan torehan prestasi ini, maka kontingen dari Provinsi Sulut berhak membawa pulang piala Grand Prix dari Menteri Agama dan piala bergilir dari Presiden pada Pesparawi Nasional XIV.

Sedangkan kontingen tuan rumah, Provinsi Papua Barat, berhasil mengoleksi 10 medali emas atau Gold. Meski menjadi salah satu provinsi dengan perolehan Gold terbanyak, Provinsi Papua Barat belum bisa membawa pulang 1 pun gelar Champion.

Kontingen dari Provinsi Papua Barat meraih Gold pada kategori Vocal Group, Musik Pop Gerejawi, Solo Anak, Solo Remaja/Pemuda Putra, Paduan Suara Remaja/Pemuda, Paduan Suara Anak, Musik Gerejawi Nusantara, Paduan Suara Wanita, dan Paduan Suara Dewasa Campuran.

Selain itu, Papua Barat juga berhasil memperoleh 1 medali Silver pada kategori Solo Anak Usia 7–10 Tahun dengan predikat Silver 6.

Secara nasional, kontingen dari Provinsi Papua Barat menjadi salah satu provinsi dengan perolehan Gold terbanyak bersama Sulawesi Utara, yang juga mendapatkan 10 Gold. Di bawah kedua kontingen ini, ada kontingen dari Provinsi Papua, Kalimantan Tengah, Maluku, Papua Barat Daya, dan Sumatera Utara yang masing-masing meraih 9 Gold.

Keputusan ini diumumkan dewan juri yang diketuai Ronny Loppies pada Ceremony Penutupan Pesparawi Nasional XIV di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Minggu (28/6/2026) malam, disaksikan Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar.

Nasaruddin Umar menilai, Manokwari, Papua Barat, berhasil menjadi tuan rumah ajang Paduan Suara Gerejawi tingkat nasional, bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Papua Barat, juga memperlihatkan wajah Indonesia yang damai dan rukun di tengah keberagaman.

“Penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV telah menorehkan sejarah penting bagi Papua Barat. Bapak Gubernur bersama seluruh jajaran telah melukiskan sebuah sejarah yang sangat monumental bagi Papua Barat,” kata Menag dalam sambutan penutupan.

Dikatakannya, selama beberapa hari pelaksanaan Pesparawi, perhatian masyarakat Indonesia tertuju ke Papua Barat, dimana ribuan peserta dari berbagai provinsi menunjukkan perbedaan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang, bisa berpadu menjadi harmoni dalam semangat persaudaraan.

Ia menegaskan, agama tidak cukup hanya menekankan aspek seremonial, juga bagaimana nilai-nilai agama dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan setelah  kembali ke daerah masing-masing untuk saling menghormati, saling menopang, dan berjalan bersama menuju tujuan yang sama.

Menag mengutarakan, di tengah berbagai tantangan global maupun nasional, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang perjumpaan, seperti Pesparawi yang mampu memperkuat persaudaraan, membangkitkan semangat gotong-royong, sekaligus merawat ke-Bhineka-an.

“Melalui alunan pujian yang dibawakan para peserta, kita tidak hanya menikmati keindahan vokal, juga menyaksikan refleksi nyata tentang indahnya hidup rukun dalam keberagaman yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Ditambahkan Umar, seluruh kontingen yang hadir merupakan pemenang, karena sudah membawa misi perdamaian, persatuan, dan persaudaraan bangsa.

“Kehadiran saudara-saudari dari seluruh pelosok Indonesia ke Papua telah membawa misi perdamaian, persatuan, dan pelestarian alam. Itu adalah kemenangan terbesar bagi bangsa Indonesia,” ujar Menag.

Sementara Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, seluruh peserta Pesparawi Nasional XIV adalah juara. Kemenangan dalam ajang ini tidak hanya diukur dari piala atau peringkat, melainkan dari ketulusan iman dan semangat pelayanan yang dipersembahkan kepada Tuhan.

“Puji syukur kita panjatkan, karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan penuh sukacita. Apa yang dimulai dengan doa, diselesaikan pula dengan berkat,” kata Mandacan dalam penutupan Pesparawi Nasional XIV.

Ditekankan Mandacan, berakhirnya lomba bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal terjalinnya ikatan persaudaraan yang lebih kuat.

Menurutnya, lebih dari 6.000 peserta dari 38 provinsi yang hadir dan menyanyikan pujian sepanjang acara membuktikan bahwa keberagaman suku, bahasa, dan daerah asal justru menjadi kekuatan yang menyatukan bangsa.

“Suara kalian bukan hanya melodi, melainkan doa dan kasih yang melampaui batas. Dalam perbedaan, kita temukan keindahan dan dalam keberagaman, kita temukan kekuatan,” ujar Mandacan.

Dikatakan Gubernur, atas nama pemerintah dan masyarakat, dirinya mengucapkan terima kasih terhadap seluruh kontingen, panitia, dewan juri, aparat keamanan, relawan, tokoh agama, dan warga yang mendukung kelancaran acara.

Untuk para pemenang, ia mengucapkan selamat. “Bagi yang meraih prestasi, selamat. Namun ingat, tidak ada yang kalah di sini. Semua yang hadir, bernyanyi, dan berjuang dengan sepenuh hati adalah juara, karena kalian telah mempersembahkan pujian kepada Tuhan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta membawa pulang semangat damai dan persatuan. “Selamat jalan saudara-saudara, bawalah damai dari Kota Injil  ini dan ingatlah, pintu Papua Barat akan selalu terbuka untuk kalian, kapan pun kembali,” pungkas Gubernur.

Prosesi penutupan ditandai dengan penabuhan tifa oleh Menag didampingi Gubernur Papua Barat, Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV, H. Ali Baham Temongmere, dan para pejabat lainnya. [SDR-R1]

Previous Post

Peresmian Jalan Daerah Papua Perkuat Konektivitas dan Percepat Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Next Post

Ayah, Peran Anda Dalam Keluarga Bukan Sekedar Menjadi Mesin Pencari Nafkah

Next Post
Ayah, Peran Anda Dalam Keluarga Bukan Sekedar Menjadi Mesin Pencari Nafkah

Ayah, Peran Anda Dalam Keluarga Bukan Sekedar Menjadi Mesin Pencari Nafkah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!