Manokwari, TP – Para orangtua calon siswa dan siswi yang merasa kecewa, menutup pintu gerbang SMP Negeri (SMPN) 6 Manokwari, yang terletak di Kelurahan Wosi, Kabupaten Manokwari, Rabu, 1 Juli 2026 pagi.
Para orangtua merasa kecewa dengan pihak sekolah dan panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 yang membuka pendaftaran dengan sistem online, bukan sistem offline.
“Alasan kami orangtua siswa melakukan pemalangan menggunakan bambu karena kami merasa kecewa dengan sistem penerimaan siswa baru di SMP Negeri 6 Manokwari,” kata salah satu orangtua calon siswa di depan pintu gerbang SMPN 6 Manokwari, kemarin.
Selain meminta pendaftaran secara offline, para orangtua calon siswa juga meminta adanya penambahan kuota, karena kuota yang disediakan sangat sedikit dibandingkan calon siswa yang akan mendaftar mencapai ratusan orang.
“Kalau menggunakan sistem online, kami orangtua belum begitu paham tata cara pendaftaran menggunakan sistem yang diberikan panitia penerimaan,” kata orangtua calon siswa lain.
Dengan kondisi ini, para orangtua yang mendampingi anaknya untuk mendaftarkan diri sejak pagi, meminta penjelasan dari pihak sekolah dan panitia terkait permasalahan tersebut.
“Kami juga berharap ada perhatian dan tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari untuk memberi solusi baru palang ini bisa dibuka,” tambah orangtua calon siswa lain.
Dari pantauan Tabura Pos di sekitar SMPN 6 Manokwari, tampak aparat keamanan sudah disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Aparat keamanan juga terlihat bernegosiasi dengan para orangtua calon siswa agar permasalahan ini dibicarakan dengan baik serta membuka palang di pintu gerbang.
Seperti diketahui, proses SPMB Tahun Ajaran 2026 – 2027 di Kabupaten Manokwari dilakukan secara serentak pada 1-3 Juli 2026. Kebijakan ini mengacu pada ketentuan yang diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti mengatakan, sistem tahun ini tidak lagi dilakukan secara bertahap seperti sebelumnya, tetapi berlangsung serentak untuk semua jenjang pendidikan.
Terdapat 4 jalur penerimaan yang dibuka, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orangtua. “Seluruh prosesnya mengikuti aturan yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” ujar Pardjiyanti kepada para wartawan, belum lama ini.
Ditegaskannya, seluruh rangkaian penerimaan siswa baru dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya. Pemda, kata dia, juga sudah mengadakan pertemuan dengan para kepala sekolah untuk memastikan tidak ada pungutan dalam bentuk apapun.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Manokwari menetapkan kebijakan pemberian seragam sekolah secara gratis terhadap siswa baru untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, termasuk penghapusan pemungutan biaya SPP.
“Prinsipnya, tidak ada lagi biaya yang dibebankan kepada orangtua murid. Segala kebutuhan operasional sekolah sudah ditanggung melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah reguler dan Dana BOS Daerah yang disiapkan,” jelas Pardjiyanti.
Pardjiyanti berharap dengan dukungan anggaran tersebut, maka kebutuhan sekolah bisa terpenuhi, sehingga praktek pungutan liar (pungli) bisa dihindari sepenuhnya. [CR18-R1]




















