Sorong – Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya meningkatkan kapasitas 302 kader ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui orientasi dan pelatihan teknis guna memperkuat pelayanan kepada masyarakat, mencegah stunting serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Sorong Hermanus Kalasuat di Sorong, Senin, mengatakan pelatihan tersebut merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung program pembangunan keluarga.
“Pelatihan ini merupakan penyegaran bagi kader yang selama ini telah bekerja mendampingi masyarakat. Mereka kami bekali kembali dengan berbagai materi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.
Ia menjelaskan kegiatan itu diikuti 302 kader yang terdiri atas kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang berasal dari seluruh distrik dan kelurahan di Kota Sorong.
Menurut Hermanus, kader memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga, mulai dari pembinaan ibu dan anak, penguatan ketahanan keluarga hingga mendukung program pengendalian penduduk dan keluarga berencana.
Ia mengatakan tugas kader juga berkaitan erat dengan sektor kesehatan, karena pembinaan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak dini.
“Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berada pada sisi hulu melalui pembinaan keluarga, sedangkan Dinas Kesehatan lebih berperan pada pelayanan kesehatan. Karena itu, keduanya saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung pada 6-7 Juli 2026 ini diisi dengan penyegaran materi serta evaluasi kinerja kader yang selama ini telah menjalankan tugas di lapangan.
Sejumlah narasumber dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat dengan materi mengenai pengendalian penduduk, pembangunan keluarga, ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap melalui kegiatan tersebut para kader dapat meningkatkan kompetensi dan memperkuat pelayanan penyuluhan kepada masyarakat, sehingga program pembangunan keluarga, pencegahan stunting, serta peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota Sorong dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya. [Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu/Editor: Endang Sukarelawati/ANTARA]




















