Manokwari, TP – Sensus Ekonomi (SE) pada 2026 di sektor usaha besar, mencapai 47 persen, ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Merry.
“Untuk sektor usaha besar, progress-nya baru 47 persen. Masih ada yang belum kita data,” kata Merry kepada para wartawan di salah satu hotel di Manokwari, Rabu (8/7/2026).
Diungkapkannya, kendala yang ditemui petugas adalah data yang diisi belum lengkap dan ada yang menolak. “Ada juga usaha besar yang menolak dengan alasan adalah cabang, mereka minta biar pusat yang mengisi,” katanya.
Selain itu, lanjut Merry, ada juga data usaha besar yang ada pada daftar awal (prelist) BPS, tetapi ketika petugas turun ke lapangan, ternyata tidak ada perusahaan dimaksud, seperti di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf).
“Di Pegaf itu ada 14 usaha besar yang terpotret, setelah dicari, tidak ada. Ternyata itu usaha-usaha besar yang ada di Manokwari, tetapi ternyata ada pekerjaan besar di Pegaf sana,” jelas Merry.
Bukan itu saja, sambung Merry, BPS juga mengalami kendala untuk mendata di perusahaan besar, seperti LNG Tangguh yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni.
“Misalnya di LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, kami sudah menyurat ke SKK Migas dan tinggal tunggu kapan waktunya petugas melakukan pendataan, karena di LNG terdapat 49 usaha besar. Itu yang belum kita data,” katanya.
Selain kendala kaitannya dengan administrasi, tambah Merry, ada perusahaan besar yang meminta pendapataan dilakukan dengan bahasa Mandarin, seperti di PT SDIC Semen Conch.
“Kita juga sudah bersurat, pemerintah juga sudah membantu memfasilitasi, tinggal waktunya mereka. Mereka minta pakai bahasa Mandarin dan kita sudah siapkan questioner dengan tiga bahasa, yaitu bahasa Mandarin, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia,” rinci Merry.
Kepala BPS berharap kerja sama dengan mitra untuk membantu 588 petugas Sensus Ekonomi pada 2026 yang melaksanakan tugas.
“Petugas atau mitra kami turun sampai ke sudut-sudut untuk mendapat data yang berkualitas, karena kami tidak mau kita memotret terkait dengan perekonomian, tetapi tidak lengkap,” tandas Merry. [SDR-R1]



















