Manokwari, TP– Bupati Pegunungan Arfak Dominggus Saina memimpin rombongan masyarakat adat menemui Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Kamis (9/7/2026). Pertemuan ini bertujuan menyampaikan aspirasi terkait hak ulayat atas lahan yang kini digunakan untuk pembangunan Bandara Anggi.
Perwakilan masyarakat adat menjelaskan, pada masa jabatan Camat Prawar, para orang tua adat telah menyerahkan secara sukarela lahan seluas sekitar 10 hektare untuk pembangunan bandara tersebut. Penyerahan dilakukan tanpa meminta imbalan apa pun, semata-mata demi mendukung akses transportasi vital bagi seluruh masyarakat Pegunungan Arfak.
Bupati Dominggus Saina menegaskan masyarakat tidak pernah mempersoalkan pelepasan lahan tersebut. Namun, mereka berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan warga yang telah mengorbankan tanah ulayatnya demi kepentingan umum.
“Orang tua kami menyerahkan lahan sekitar 10 hektare tanpa menerima apa pun. Kami ikhlas demi pembangunan, namun kami berharap pemerintah juga memperhatikan nasib kami yang telah berkorban,” ujarnya.
Kehadiran rombongan ini, lanjut Bupati, bertujuan menyampaikan harapan secara langsung agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah.
Menanggapi hal itu, Gubernur Dominggus Mandacan menyatakan pihaknya akan mempelajari secara mendalam seluruh aspirasi yang disampaikan. Pemerintah sangat menghargai pengorbanan masyarakat adat, dan penyelesaian akan diupayakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. [FSM-R2]




















