Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat berkomitmen untuk menuntaskan persoalan kualifikasi guru SMA dan SMK di Papua Barat melalui program Papua Barat Cerdas.
Untuk itu, Pemprov akan menggandeng Universitas Papua (Unipa) Manokwari untuk membiayai kuliah strata satu (S1) terhadap guru SMA dan SMK dengan prioritas utama guru orang asli Papua (OAP) yang selama ini belum menyandang gelar sarjana.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, dirinya dan Dinas Pendidikan sudah melakukan rapat bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK se-Papua Barat.
Dalam rapat tersebut, Pemprov berkomitmen meningkatkan kualitas mutu para guru, terutama guru SMA dan SMK yang belum menyandang gelar S1.
Sebab, jelas Mandacan, para guru SMA dan SMK ini akan dibiayai melalui program Papua Barat Cerdas untuk melanjutkan Pendidikan S1 di Unipa.
“Sehingga, mereka dapat menerima hak-hak mereka, baik hak mengajar maupun hak sertifikasi dan lainnya,” kata Gubernur dalam rapat evaluasi semester I di Rumah Dinas Negara Gubernur, belum lama ini.
Dirinya juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat segera melakukan pendataan terhadap guru SMA dan SMK yang belum bergelar S1 agar melanjutkan pendidikan.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan guru SMA dan SMK, terutama guru OAP yang belum menyandang gelar S1.
“Akhir Juli ini, kita dari Dinas Pendidikan akan rapat koordinasi teknis bersama MKKS Papua Barat,” kata Dowansiba.
Ia menjelaskan, dalam rakornis ini, ada 3 agenda prioritas yang akan dibahas bersama MKKS SMA dan SMK se-Papua Barat, diantaranya, pertama, segera menginventarisir data siswa yang baru mendaftarkan diri masuk SMA dan SMK.
Kedua, mendata siswa OAP yang berprestasi dan ketiga, mendata para guru SMA dan SMK yang belum bergelar S1.
“Data siswa baru dan data siswa berprestasi akan kami himpun akhir Juli ini, termasuk data para guru SMA dan SMK. Karena, di bulan ini, baru selesaipendaftaran siswa baru dan siswa berprestasi oleh pihak sekolah,” jelas Dowansiba. [FSM-R1]




















