Manokwari, TP– Rangkaian seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera (Capaskibra) tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2026 resmi selesai. Dari proses tersebut ditetapkan 36 personel terbaik yang akan bertugas di tingkat provinsi, serta satu pasang delegasi yang mewakili Papua Barat ke tingkat nasional. Seluruh peserta terpilih akan memasuki masa karantina terpusat mulai 20 Juli mendatang jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Papua Barat, Theodorus Kawer, kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (13/7).
Dijelaskan Kawer, awalnya dari 101 siswa-siswi yang mengikuti seleksi, terpilih 38 peserta terbaik. Dua di antaranya — Marco Marcel Kurei dari SMK Kehutanan Negeri Manokwari dan Hasna Iriyani Rumbiak dari SMK Negeri 1 Manokwari — ditetapkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai delegasi Papua Barat ke tingkat nasional. Sisa 36 orang akan bertugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara peringatan kemerdekaan di tingkat provinsi.
“Proses seleksi berjalan profesional dengan pengawasan langsung BPIP. Tahun ini digunakan sistem berbasis aplikasi sehingga seluruh penilaian berlangsung terbuka dan dapat dipantau panitia pusat. Kelulusan sepenuhnya ditentukan panitia nasional, kami di tingkat provinsi tidak dapat melakukan intervensi,” tegasnya.
Papua Barat sebelumnya mengirimkan tiga pasang putra-putri Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti seleksi lanjutan di Jakarta selama satu pekan, dan akhirnya satu pasang yang lolos mewakili daerah.
Ke-36 personel terpilih merupakan perwakilan dari tiga kabupaten, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, dan Fakfak. Kawer mengakui partisipasi daerah belum maksimal: dari tujuh kabupaten yang menerima surat pemberitahuan sejak Maret 2026, empat kabupaten lain tidak dapat mengirimkan delegasi karena terkendala efisiensi anggaran.
Tahapan seleksi di tingkat provinsi berlangsung lebih ketat dibanding tingkat kabupaten, meliputi verifikasi administrasi, uji kemampuan, hingga pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Rumah Sakit Provinsi.
Masa karantina dan pemusatan pendidikan berlangsung 20 Juli hingga 18 Agustus 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Amban, Manokwari. Selama periode tersebut, peserta akan dibina oleh pelatih TNI Angkatan Darat, tim medis RS Provinsi, serta pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Papua Barat.[FSM-R2]




















