Manokwari, TP – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari memperkuat advokasi dan lintas sektor dalam pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dalam pertemuan advokasi, komunikasi, sosialisasi, pencegahan, dan pengendalian penyakit serta dukungan lintas sektor di salah satu hotel di Manokwari, Rabu (15/7/2026).
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono mengatakan, BIAS merupakan salah satu program pemerintah untuk melindungi anak-anak sekolah dari berbagai penyakit berbahaya, seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan penyakit lain.
Ia menjelaskan, penguatan advokasi dan lintas sektor guna menyukseskan program BIAS sebagai upaya melindungi anak-anak dari berbagai penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi.
“Keberhasilan pelaksanaan BIAS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari sektor pendidikan, pemerintah distrik dan kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, media, hingga orangtua,” rinci Wakil Bupati dalam pembukaan pertemuan advokasi, komunikasi, sosialisasi, pencegahan, dan pengendalian penyakit serta dukungan lintas sektor pada pelaksanaan BIAS, kemarin.
Diakuinya, masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan imunisasi akibat beredarnya informasi yang tidak benar di tengah masyarakat. Untuk itu, kegiatan advokasi dan sosialisasi sangat penting untuk memberikan edukasi berdasarkan ilmu pengetahuan dan bukti ilmiah.
Dirinya mengajak para kepala sekolah untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan BIAS di setiap sekolah, termasuk terhadap para orangtua.
“Jangan sampai ada anak di Kabupaten Manokwari yang kehilangan kesempatan memperoleh perlindungan kesehatan hanya karena kurangnya informasi yang tepat dan benar,” ujar Mugiyono.
Sementara Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare mengatakan, kegiatan ini untuk memperkuat dukungan kebijakan dan koordinasi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan BIAS.
Menurutnya, penguatan dukungan kebijakan, koordinasi lintas sektor, menyusun langkah strategis bersama, menyusun mitigasi kendala di lapangan serta mewujudkan anak sekolah yang sehat, sangat membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Pertemuan advokasi ini diikuti sekitar 80 peserta, terdiri atas kepala sekolah, kepala puskesmas serta perwakilan berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait. [SDR-R1]




















